Literasi Digital Kurang, Warganet Indonesia Terkenal Tidak Sopan

Anggota DPR RI, Dr Sukamta / screenshot zoom

JOGJA, SMJogja.com – Berdasarkan hasil survey sebuah lembaga internasional, warganet Indonesia terkenal tidak sopan. Posisinya berada di tingkat bawah hanya sedikit di atas beberapa negara yang juga terkenal warganya tidak sopan di dunia maya.

Anggota DPR RI, Dr Sukamta mengungkapkan hal itu dalam diskusi daring ”Ngobrol Bareng Legislator, Etika Digital, Regulasi dan Tantangan Demokrasi”. Ia mengungkapkan relitas tersebut membuat banyak pihak terkejut sehingga perlu menyampaikan ke publik.

”Ini tentu tidak sesuai dengan keseharian masyarakat Indonesia yang terkenal ramah tamah dan penuh sopan santun namun ketika di dunia maya sebaliknya. Tentu sangat memprihatinkan,” ujar Sukamta, legislator dari Dapil DIY.

Ia mengungkapkan lebih jauh, realitas di dunia mana di mana terdapat risiko kesopanan digital. Salah satu yang mempengaruhi yakni penipuan dan hoaks. Di Indonesia, dua hal tersebut cukup tinggi dan dianggap sebagai keberadaban yang rendah.

Read More

Literasi Digital

Menurutnya kondisi itu tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Semua pihak harus terlibat aktif dalam proses penyadaran melalui literasi digital. Literasi digital dimulai sejak dini karena hampir segala usia dan berbagai kalangan kenal dengan teknologi digital.

”Bijak di dunia maya, gunakan media sosial untuk kepentingan yang positif dan lakukan cek setiap menerima informasi. Banyak informasi yang beredar dari satu tangan ke tangan lain ternyata hoaks. Mulailah dari sekarang untuk lebih waspada,” pinta Sukamta.

Seperti halnya Sukamta, Direktur Jenderal Aptika kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel A Pangerapan juga mengatakan pentingnya literasi digital. Pasalnya tingkat literasi digital Indonesia belum mencapai predikat baik.

”Kami memberi berbagai pelatihan literasi digital mulai dari tingkat dasar dan telah berhasil menjangkau jutaan orang di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Related posts

Leave a Reply