Longsor Banjir Landa Purworejo

evakuasi salah seorang warga terdampak banjir

KEDU, smjogja.com – Bencana banjir dan tanah longsor melanda beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo pada Rabu (1/6).

Banjir dan tanah longsor tersebut terjadi akibat hujan deras yang melanda hampir di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo pada Selasa (31/5) sore hingga Rabu (1/6) pagi.

Warga terdampak sebagian telah diungsikan ketempat yang lebih aman.

“Kami tadi malam telah melakukan evakuasi masyarakat perumahan Palapan Desa Seren, Kecamatan Gebang, ada sekitar 300-an jiwa dari 80-an KK yang kita ungsikan ke tempat yang lebih aman. Banjir itu akibat luapan sungai Dulang,” katanya saat dihubungi melalui saluran telepon, Rabu (1/6) pagi.

Read More

Untuk droping makanan, lanjutnya, pagi ini BPBD bekerjasama dengan Dinas Sosial Purworejo telah menyiapkan sarapan pagi bagi para pengungsi.

Pagi ini BPBD juga tengah mengevakuasi masyarakat terdampak banjir di Padukuhan Bojong, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, akibat luapan sungai Bogowonto.

“Logistik juga sudah kita distribusikan, juga droping logistik ke Desa Krandegan, Kecamatan Bayan. Di Krandegan air mulai masuk di rumah-rumah warga akibat luapan sungai Jali dan Sungai Dulang. Kejadian lainnya, ada pohon roboh di Desa Triwarno, Kutoarjo dan beberapa longsor di Kecamatan Kaligesing meliputi Desa Kaligono ke arah Donorejo dan Desa Kaligono arah Desa Ngaran, ada desa Hulosobo, Kedunggubah, dan desa – desa terdekat, serta jalan poros di Desa Hardimulyo juga longsor,” paparnya.

Selain itu, pada Selasa (31/5) malam, banjir juga terpantau menggenangi kawasan alun-alun kota Purworejo.

“Sejumlah kendaraan yang nekat melewati lokasi itu sempat mati mesin akibat tingginya genangan air di lokasi itu,” sebutnya.

Komandan Koramil 16 Bagelen, Kapten CPM Sutiyono mengatakan, pada Rabu (1/6) pagi sekitar pukul 05.00 WIB, genangan air akibat luapan sungai Bogowonto di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen mencapai 1 meter di pemukiman warga.

70 Centimeter

Namun ketinggian air bervariasi mulai dari 70 sentimeter hingga 1 meter. Alat TNI dari jajaran Kodim 0708 Purworejo dengan menggunaan LCR (kapal karet) bersama Polri dan BPBD Kabupaten Purworejo melakukan upaya evakuasi warga Desa Bapangsari untuk mengungsi ke masjid desa setempat.

Anggota Kodim bersama relawan sejak pukul 04.00 WIB melakukaan evakuasi warga yang rumahnya tergenang oleh banjir untuk di bawa ke tempat pengungsian yang lebih aman.

“Hingga saat ini untuk pengungsi yang berada di Masjid sebanyak 100 diantaranya lansia, ibu ibu dan balita. Untuk sebagian warga masih bertahan di rumah masing masing terutama yang berusia muda,” kata Danramil.

Lebih lanjut, Danramil menambahkan, untuk personil Koramil 16 Bagelen di siagakan di desa binaan yang terdampak banjir untuk melakukan evakuasi dan pendataan terhadap warga binaannya.

Sementara untuk anggota yang lain membantu pengamanan di pengungsian maupun di lokasi banjir.

“Kami akan terus berkordinasi dengan Muspika dan BPBD dalam pendiatribusian makanan kepada para pengungsi maupun warga yang bertahan di rumah masing masing,” ungkap Danramil.

Plh Kapolsek Kaligesing, Edy Winawan, saat dikonfirmasi pada Rabu (1/6) pagi menyampaikan rekapan kejadian bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Kaligesing.

Di Desa Kedunggubah, tanah longsor mengenai dua rumah milik Martoyo (53th) dan Jumi (71th) di Dusun Sewu RT 01/RW 03.

“Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Jalan Kabupaten ruas Brenggong – Tlogorejo, titik longsor di RT02/RW02 Desa Kedunggubah, untuk sementara tidak bisa dilewati kendaraan roda empat,” katanya.

Dikatakan, untuk kejadian di Desa Hulosobo, tanah longsor terjadi di depan rumah milik Murtoyo (54). Selain itu, tanah longsor juga menimpa atap rumah Samino (56) di Dusun Sundak RT03/RW02.

“Tanah longsor juga terjadi di Jalan Kabupaten ruas Hulosobo – Somongari di dusun munggangrejo, sepertiga badan jalan amblas,” ungkapnya.

Tutup Jalan

Untuk Desa Kaligono, lanjutnya, tanah longsor di jalan Kabupaten ruas kaligono – ngaran, titik longsor di dusun wonorejo, material longsoran menutup akses jalan dan saat ini sudah dalam penanganan masyarakat setempat.

“Tanah longsor di Jalan Propinsi di wilayah Desa Kaligono, ada 2 titik longsoran di Dusun Krajan dan Dusun Kedungrante, masih bisa dilalui kendaraan roda empat,” sebutnya.

Di Desa Hardimulyo, kata Edy, tanah longsor terjadi di jalan poros desa RT 05/RW02 yang mengakibatkan setengah badan jalan amblas dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Sedangkan di Desa Tlogorejo, tanah longsor menutup sepertiga Jalan Kabupaten ruas Tlogorejo – Ngaran di Dusun Jonggol.

Namun, jalam tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda empat. Selain itu, tanah longsor juga melanda bahu jalan poros Desa Tlogorejo – Kedunggubah di Dusun Sewu, jalan masih bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Saat ini Forkopimcam bersama BPBD serta pihak terkait lainnya melakukan penanganan longsoran, dibantu aparat desa dan masyarakat, dalam kejadian longsor tidak ada korban jiwa, kerugian materil masih dalam perhitungan,” tandasnya. (fid)

Related posts

Leave a Reply