Maju Tingkat Nasional, Duta Bahasa DIY Siap Kenalkan Aplikasi Bejaji

Bersama Kepala BBY, Dwi Pratiwi (tengah), Putra Duta Bahasa DIY Bryan Pratama Putra dan Putri Duta Bahasa DIY Dyah Niken Rahmawati menunjukkan aplikasi Bejaji yang akan dipresentasikan pada ajang pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional, 23-28 Oktober mendatang / ist

JOGJA, SMJogja.com – Putra dan Putri Duta Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta (Dubas DIY) tahun 2022 siap maju ke kompetisi Duta Bahasa tingkat nasional, 23-28 Oktober mendatang di Hotel Mercure Batavia, Jakarta. Bryan Pratama Putra dan Dyah Niken Rahmawati sebagai juara pertama Dubas DIY 2022 langsung yang mewakili Jogja pada ajang bergengsi di bidang literasi itu.

Keduanya baru saja terpilih pada ajang pemilihan Dubas DIY 2022 bulan Juli 2022 lalu. Bryan merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Dyah mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Balai Bahasa Yogyakarta (BBY), Dwi Pratiwi mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan diri mengikuti ajang tingkat nasional tersebut. Salah satunya mempersiapkan presentasi inovasi yang dilakukan Dubas DIY 2022 berupa aplikasi Bejaji (Belajar Bahasa Jawa dengan Satu Jari).

“Baik mas Bryan maupun mba Niken sudah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk tampil di level nasional. Utamanya mengenalkan aplikasi Bejaji yang merupakan karya unggulan kami di Yogyakarta,” ujarnya di kantornya, Senin (17/10).

Read More

Dia menuturkan, ajang pemilihan Duta Bahasa DIY sudah dilakukan sejak tahun 2008 lalu, sedangkan tingkat nasional sejak tahun 2006. Setiap tahun selalu mengirimkan wakilnya, meski sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Tahun ini kita kirimkan lagi dengan harapan dan target bisa juara. Semoga aplikasi Bejaji dapat menarik perhatian dewan juri, selain juga program kerja atau Krida yang nantinya disampaikan semua di ajang itu,” katanya.

Sementara itu, Bryan Pratama mengutarakan, sudah mulai mematangkan persiapan menuju tingkat nasional tersebut. Di antaranya menyiapkan Krida atau program kerja, presentasi aplikasi Bejaji, kemampuan berbicara di hadapan publik, dan uji bakat.

Pada presentasi aplikasi Bejaji, dia akan menjelaskan isi atau fitur dari aplikasi tersebut. Di antaranya terdapat empat fitur utama, yakni asisten suara yang dinilai dapat membantu wisatawan yang tidak bisa berbahasa Jawa ketika berwisata di Jogja.

“Jogja kan kental dengan budaya dan bahasa Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari. Wisatawan yang tidak mengerti bahasa Jawa bisa memanfaatkan fitur ini di aplikasinya,” tuturnya.

Fitur kedua pusat informasi pariwisata, seperti rekomendasi desa wisata yang dikemas dalam bentuk cerita agar pengguna bisa merasakan saat mengunjunginya. Fitur ini dilengkapi penunjuk arah desa wisata tersebut.

“Fitur berikutnya sapaan yang berisi seputar kebudayaan, tradisi sopan santun, dan kebahasaan di Jogja yang dikemas berbentuk rekaman suara. Fitur keempat panduan aktivitas yang dikemas berbahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris,” jelasnya yang mengaku akan terus mengembangkan fitur-fiturnya ke depan.

Aplikasi Bejaji ini, imbuh Niken, dikembangkan bersama BBY dan pengembang aplikasi dari generasi muda Jogja. Selain mengenalkan aplikasi ini, ia juga akan menampilkan karya sastra dan tari pada momen uji bakat.

“Uji bakat ini kita kemas sendratari yang menyajikan tembang Jawa, pembacaan puisi, dan tari bedoyo yang sangat kental dengan nuansa Jogja. Kami harap penampilan bisa maksimal dan nantinya bisa meraih hasil terbaik,” imbuh wanita asal Gunungkidul Jogja ini.

Related posts

Leave a Reply