MAK Bidik Peluang Ekspor Alkes ke Amerika

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meninjau gedung Cipta & Rekayasa usai peresmian di kawasan Mega Andalan Teknopark, Selasa (24/1/2023) / Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Pertumbuhan bisnis alat kesehatan (alkes) mencatatkan tren positif di masa pandemi Covid-19. Meski saat ini situasi pandemi telah melandai, peluang usaha alkes tidak lantas menjadi surut.


Isu resesi yang membayangi dunia bisnis pun dirasa tidak akan berpengaruh besar. Menurut CEO PT Mega Andalan Kalasan (MAK), Buntoro, produk yang berkaitan dengan kesehatan bakal relatif aman terhadap ancaman resesi.
“Saat pandemi, produk alat kesehatan sangat dibutuhkan bahkan pada tahun 2020, penjualan ekspor ke Australia mulai berjalan. Tahun kemarin, 40 persen pangsa kami adalah pasar ekspor dan 60 persennya domestik,” ungkapnya disela peresmian Griya Cipta & Rekayasa di kawasan Mega Andalan Teknopark, Selasa (24/1).


Sampai sekarang pun permintaan kiriman barang ke luar negeri masih terus mengalir. Tahun lalu, perusahaan yang bergerak di bidang produksi alkes itu mampu mengirim 200 kontainer produk setara nilai 7 juta dolar ke negara Australia, Jepang, dan New Zealand. Produk tersebut berupa hospital bed atau tempat tidur bagi pasien rumah sakit.


Tahun ini, pihaknya juga berencana melakukan ekspansi ke pasar Amerika. Walaupun hambatannya dirasa akan cukup besar karena harus memenuhi regulasi US FDA yang persyaratannya rumit. “Kami tetap optimis bisa menembus pasar Amerika. Sebelumnya kami sudah ada pengalaman mendapatkan CE Marking untuk pasar Eropa,” kata Buntoro yang juga Ketua Apindo DIY.

Read More


Hadirnya Griya Cipta & Rekayasa ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan pasar. Di dalam gedung seluas 1.500 meter persegi itu terdapat show room, dan ruang kerja para engineer dalam merancang produk baru. Sebagai pendukung, di lokasi tersebut dikembangkan bengkel engineering yang digunakan untuk pembuatan prototype.
Tersedia pula laboratorium pengujian yang telah terakreditasi KAN untuk menguji setiap produk yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional yang berlaku.

“Dengan adanya Griya Cipta & Rekayasa, kini Mega Andalan Teknopark sudah lengkap meliputi pusat pembelajaran, akademi teknik, export oriented production plant, kawasan berikat, gudang berikat, sarpras industri komponen plastik, dan sarpras industri roda dan kastor,” paparnya.


Saat meresmikan fasilitas tersebut, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengapresiasi kejelian membaca peluang bisnis kesehatan yang ditangkap oleh MAK selama masa pandemi. Dia berharap keberadaan MAK bisa ikut membantu menurunkan angka kemiskinan, khususnya di daerah Prambanan yang selama ini masih terbilang tinggi.

Related posts

Leave a Reply