Mantan Dekan MIPA UII Dinobatkan Jadi Guru Besar

Rektor UII Fathul Wahid menyerahkan SK Profesor kepada Dosen FMIPA Allwar, Kamis (19/1/2023) / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Mantan Dekan Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII), Allwar dinobatkan sebagai Guru Besar. Allwar yang juga menjabat sebagai Ketua Program Magister Kimia UII periode 2018-2022 itu dikukuhkan menjadi profesor berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia Nomor 74072/MPK.A/KP.07.01/2022. 

Pria yang mengabdikan diri sebagai dosen tetap sejak tahun 1996 itu kini resmi menyandang predikat Guru Besar ke-29 di UII. Dalam kurun 5 tahun terakhir, Allwar aktif melakukan berbagai penelitian dengan pendanaan yang bersumber baik dari internal kampus maupun pendanaan eksternal Ristek Dikti.

Beberapa judul penelitian yang mendapatkan dana eksternal antara lain Teknologi Nanomaterial Ag2o-Cuo/Biochar untuk Pengolahan Limbah Cair Obat-Obatan yang memperoleh hibah Penelitian Dasar Kompetitif Nasional (PDKN) dari Kemendikbud Ristek, dan penelitian berjudul Proses Hydrocracking Minyak Sawit Menjadi Fraksi Bensin.

“Semoga keberhasilan yang diraih Prof Allwar bisa menularkan semangat pada 8 dosen yang saat ini mengikuti program percepatan profesor,” kata Direktur Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan UII, Ike Agustina.

Read More

Gelar profesor yang diperoleh Allwar diharapkan dapat terus menopang keberhasilan Prodi Kimia yang telah memperoleh akreditasi Unggul berdasarkan SK BAN PT No. 3400/SK/BAN-PT/Akred-Intl/S/VI/2020, serta telah mengantongi akreditasi internasional oleh Royal Society of Chemistry (RSC), United Kingdom. Prodi Kimia UII tempat Allwar mengabdi juga memiliki keunggulan pengembangan pembelajaran dan riset diantaranya kimia minyak atsiri, material dan elektrokimia untuk pangan dan kesehatan, serta isolasi dan modifikasi senyawa organik untuk pangan dan kesehatan.

Dalam sambutan penyerahan SK Profesor, Rektor UII Fathul Wahid mengatakan, saat ini proporsi dosen yang menjadi profesor adalah 3,7 persen atau 29 dari 771 dosen. “Sejak 2018 terdapat penambahan sebanyak 15 profesor di UII. Tampaknya sekarang, secara kelembagaan, adalah waktunya UII memanen buat investasi benih yang disemai pada dua sampai tiga dekade yang lalu,” katanya.

Dalam waktu dekat, jabatan akademik profesor akan bertambah. Sebanyak 11 usulan sudah lolos dari Majelis Guru Besar dan Senat Universitas. Sebagian sedang diproses di Jakarta. 

Selain itu, UII masih mempunyai 248 doktor. Sebanyak 66 di antaranya sudah menduduki jabatan akademik Lektor Kepala. Mereka semua adalah para calon profesor. 

Related posts

Leave a Reply