Masuk Kemarau, PDAM Sleman Siapkan Antisipasi

Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata / SMJogja.com- Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Wilayah DIY saat ini memasuki musim kemarau. Untuk mengatasi dampak penurunan debit sumber air, PDAM Sleman telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

“Walaupun kemarau tahun ini diprediksi tidak sepanjang sebelumnya, tapi kami tetap melakukan antisipasi,” kata Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata kepada Suara Merdeka, Kamis (21/7).

Salah satu upayanya adalah memanfaatkan sumur-sumur dalam. Saat musim hujan, sumur tersebut tidak dipergunakan karena fungsinya memang sebagai cadangan jika terjadi penurunan debit air. Jumlah sumur dalam ada sebanyak 28 instalasi terdiri dari 16 unit.

Hampir semua berfungsi secara optimal kecuali beberapa sumur yang sengaja di-off-kan untuk cadangan. Contohnya fasilitas sumur dalam yang ada di Cebongan, Gamping, Depok, dan Kalasan. 

Read More

“Sumur yang belum dioptimalkan penggunaannya itulah yang kita pakai untuk antisipasi kemarau,” ujar Dwi.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan peralatan genset dan pompa. Langkah ini mengingat akses air bersih di Sleman kebanyakan menggunakan pompa, sementara pemanfaatan gravitasi hanya kurang dari 20 persen.

Dwi melanjutkan, saat ini debit yang dimiliki PDAM Sleman berkisar 580 liter per detik untuk melayani 41.300-an pelanggan. Jika periode kemarau tidak panjang, diperkirakan debit hanya akan berkurang sekitar 7 persen meskipun sejauh ini belum ada laporan penurunan. Namun begitu, pihaknya tetap menyiapkan mobil tangki apabila ada permintaan droping dari masyarakat.

“Memang sudah beberapa tahun terakhir ini zero droping sebab daerah rawan kekeringan seperti di kawasan perbukitan Prambanan, sudah dihandel. Namun kami selalu siapkan tangki untuk berjaga-jaga,” katanya.

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Yogyakarta, Sleman, dan Bantul (Kartamantul) yang memiliki debit air cukup besar dan relatif stabil, juga menjadi andalan saat terjadi kemarau. Khusus wilayah Sleman, SPAM tersebut diperuntukkan masyarakat di sepanjang sisi timur Jalan Wates antara lain Kapanewon Moyudan, Godean, dan Gamping. Ke depan, SPAM regional akan dikembangkan hingga daerah Depok karena dipandang potensial.

Related posts

Leave a Reply