Masyarakat Perlu Tahu, Hak Cipta dan Merek Berbeda

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual / ist

JOGJA, SMJogja.com – Banyak orang kurang mengerti dan memahami Hak Kekayaan Intelektual. Ini sering menimbulkan mispersepsi terhadap objek-objek yang dilindungi pada masing-masing rezim pelindungan kekayaan intelektual.

Direktur Hak Cipta Dan Desain Industri, Anggoro Dasananto SH mengungkapkan dalam satu karya memang dimungkinkan memiliki beberapa pelindungan kekayaan intelektual. Namun, harus dilihat kembali tujuan penggunaan objek kekayaan intelektual tersebut. Sebagai contoh, sebuah gambar atau logo memungkinkan adanya pelindungan ganda pada hak cipta dan juga merek.

Dalam hal ini, poin yang harus digarisbawahi, pelindungan hak cipta hanya diterapkan dalam kaitannya dengan seni, sedangkan pelindungan merek bertujuan melindungi tanda pembeda, produk, baik berupa barang ataupun jasa.

”Persinggungan antara pelindungan hak cipta dan merek ini menyebabkan munculnya sengketa dan permasalahan pada masyarakat. Karena itu, DJKI menyelenggarakan webinar IP TALKS POP HC seri keenam dengan tema Hak Cipta Versus Merek,” papar Anggoro.

Read More

Beri Manfaat

Webinar bakal berlangsung pada 27 Juni 2022 pukul 09.00 WIB hingga selesai. Webinar IP Talks POP HC terbuka untuk umum. Pengusaha, peneliti, akademisi, instansi-instansi terkait pelindungan KI, praktisi, konsultan KI, hingga pemilik objek kekayaan intelektual. Mereka bisa melakukan registrasi di bit.ly/IPTalks_HakCiptaVSMerek.

”Kegiatan ini kami harapkan dapat memberi manfaat dan pemahaman tentang pelindungan Hak Cipta dan Merek agar dapat menghindari potensi permasalahan,” imbuhnya.

Narasumber yang bakal menyampaikan gagasannya, antara lain Prof Dr Rahmi Jened SH MH (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga), Gunawan Suryomurcito (Konsultan Kekayaan Intelektual). Moderator, Agung Damarsasongko SH MH (Koordinator Pelayanan Hukum & Lembaga Manajemen Kolektif).

Related posts

Leave a Reply