Masyarakat Takut Keluar Rumah, Muncul Lagi Kasus Polio

Kampus UGM / ist

JOGJA, SMJogja.com – Kasus polio kembali muncul beberapa waktu lalu. Pemerintah kemudian menetapkan polio sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal tersebut dilakukan usai adanya temuan kasus baru polio di Desa Mane, Kabupaten Pidie, Aceh.

Pakar Kesehatan Anak UGM, dr Ida Safitri Laksanawati SpA (K) mengungkapkan munculnya kembali kasus polio karena rendahnya cakupan vaksinasi. Salah satunya akibat pandemi Covid-19 yang menjadikan masyarakat takut keluar rumah dan enggan mendatangi layanan kesehatan.

”Kasus tersebut menjadi pembelajaran untuk semuanya, bersama-sama meningkatkan cakupan vaksin polio sebagai pencegahan. Utamanya provinsi yang teridentifikasi dengan cakupan vaksin yang tidak terlalu tinggi,” ujar Ida.

Lumpuh Layu

Read More

Ia mengatakan rendahnya cakupan vaksinasi dapat meningkatkan risiko penyebaran virus polio yang dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen (lumpuh layu) pada anak yang belum mendapatkan vaksin. Karena itu, peningkatan cakupan vaksinasi menjadi sangat penting.

Imunisasi polio di Indonesia saat ini menggunakan jenis vaksin polio tetes yakni Bivalent Oral Polio Vaccine (BOPV). Vaksin untuk mencegah virus polio tipe 1 dan 2. Lalu pemberian vaksin BOPV dikombinasikan dengan Inactivated Polio Vaccine (IPV) dalam bentuk sediaan injeksi dan diikuti booster.

Pemberian vaksin BOPV dikombinasikan dengan IPV dan booster bisa meningkatkan antibodi terhadap virus polio 2 dengan syarat cakupannya tinggi.

”Perlu eduksi bagi masyarakat terkait bahaya penyakit polio dan manfaat vaksin polio. Peningkatan pemahaman pentingnya vaksin polio tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, semua pihak harus ikut melakukan sosialisasi dan edukasi,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply