Menjadi Guru Hebat

Wiwiek Afifah / ist

WACANA pendidikan khususnya tentang penguatan kompetensi guru dan revitalisasinya di masyarakat tidak pernah berhenti diperbincangkan. Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru guna berkontribusi nyata selalu diangkat. Hal ini merupakan bukti pada dasarnya guru sebagai pionir pendidikan adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan.

Michael Kelly mengatakan pendidikan harus mengajarkan generasi masa depan dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai karena mereka membutuhkannya untuk menghadapi tantangan di masa depan. Sudah merupakan keniscayaan bahwa pendidikan berperan membantu siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai.

Mereka harus memiliki tiga komponen tersebut karena perjuangan di masa depan lebih berat. Sebagai konsekuensi, hakikat pengajaran dan pembelajaran dalam pendidikan untuk membentuk siswa mampu menemukan jati diri mereka dan menjadi bagian dalam masyarakat global secara utuh. Pedidikan pada akhirnya harus mendukung siswa menemukan dan menjalani process of becoming whole people.

Guna memperkuat eksistensi pendidikan, perlu guru-guru yang transformatif, hebat, dan cerdas. Guru transformatif mampu mengarahkan siswa menemukan self-development dan melakukan transformasi diri. Guru cerdas mampu menangkap dan membaca kebutuhan siswa dan mengelola pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa serta memproyeksikan pada peluang-peluang masa depan. Keduanya merupakan sarat mutlak agar menjadi guru hebat masa depan yang mampu mencetak calon generasi emas.

Read More

Guru masa depan yang transformatif digambarkan sebagai sosok yang tidak hanya mampu mengajarkan materi secara tekstual namun juga kontekstual kepada siswa. Selain itu mereka juga memiliki kemampuan dan semangat juang membantu tunas bangsa menjadi insan sejati melalui proses transformasi diri.

Nilai Universal

Melalui pembelajaran yang transformatif, siswa akan merasa haus pada nilai – nilai universal dan pengetahuan baru. Siswa juga mampu mengelola bahkan mencari secara mandiri informasi baru yang selanjutnya mengkonfirmasi apa yang telah mereka temukan.

Guru masa depan adalah mereka yang mampu melakukan transformati dan senantiasa sadar terhadap kebutuhan berpikir kritis, bertindak, dan selalu berusaha mencari berbagai solusi untuk menyelesaikan tumpang-tindih permasalahan yang kelak akan muncul dalam kehidupam siswa-siswi mereka. Hal ini sejalan dengan hakikat dan peran guru sebagai transformator dan navigator.

Guru hebat yang mampu mencetak generasi emas anak bangsa memiliki beberapa ciri khusus misalnya visioner dan memiliki semangat menjaga idealisme secara konstan untuk mendidik para siswa agar mampu menyelami lautan ilmu pengetahuan. Mereka tidak hanya menyiapkan materi ajar namun menyiapkan berbagai pilihan kegiatan pembelajaran. Tujuannya, pembelajaran menyenangkan dan relevan dengan kehidupan mereka.

Sebagai navigator, peran guru mengantarkan dan menemani siswa yang memiliki tujuan masa depan yang berbeda-beda namun berada dalam satu bahtera. Kesuksesan pembelajaran guru-guru masa depan tersebut adalah melihat siswa sebagai subjek aktif dalam mendukung proses transformasi.

Guru yang dibutuhkan untuk mencetak generasi emas adalah mereka yang memiliki kemampuan transformasi, cerdas dan hebat. Mereka yang secara sadar memiliki berbagai cara dalam menemukan bakat dan minat yang belum terasah dalam diri siswa, itulah guru hebat idaman bangsa. Guru hebat mampu mengakomodasi seluruh potensi dan kemampuan siswa menjadi lebih maksimal. Guru hebat memiliki kepekaan dan menginspirasi orang di sekitarnya.

  • Penulis, Wiwiek Afifah, Dosen Program Studi Sastra Inggis, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Related posts

Leave a Reply

1 comment