Menparekraf : Sapta Pesona Plus CHSE Tingkatkan Kepercayaan Wisatawan

Sosialisasi Sadar Wisata di Yogyakarta diselenggarakan secara daring dan luring, Rabu (30/3/2022) / dok

YOGYAKARTA, SMJogja.com – Pengelola destinasi dan desa wisata didorong untuk rerusmempersiapkan diri dalam meningkatkan kapasitas, khususnya terkait penerapan Sapta Pesonaplus CHSE, dan pemberian pelayanan di atas standar.

Sapta Pesona plus CHSE merupakan suatu hal yang krusial untuk meyakinkan wisatawan agar mau berkunjung. Sebab unsur tersebut akan mengubah wajah pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno saat sosialisasi Sadar Wisata secara daring, Rabu (30/3).

“Tren wisatawan saat ini cenderung memilih destinasi yang mengedepankan rasa aman, nyaman, bersih, sehat dan seiring keberlanjutan lingkungan. Karena itu, pengelola perlu terus melakukan persiapan,” kata Sandi.

Sosialisasi ini sendiri merupakan salah satu upaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) untuk meraih kembali kepercayaan wisatawan berkunjung ke Indonesia. Program itu merupakan rangkaian kampanye Sadar Wisata yang akan berlangsung di 65 desa wisata dari enam Destinasi Prioritas Pariwisata (DPP) Indonesia selama tahun 2022-2023. 

Read More

Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak pertengahan Maret lalu di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di penghujung bulan ini, sosialisasi menyasar seribu orang peserta dari 10 kampung wisata di DIY yakni Kampung Wisata Kadipaten, Kauman, Rejowinangun, Warungboto, Purbayan, Taman Sari, Pakualaman, Cokromenduran, Sosromenduran, dan Sayidan.

Penyelenggaraan acara di Yogyakarta ini dibagi dalam dua hari pada Selasa (29/3) dan Rabu (30/3).Sosialisasi ini bersifat berkelanjutan. Ke depan akan dilakukan pelatihan terkait 
potensi produk pariwisata, kewirausahaan, dan pelatihan bidang pariwisata lainnya. “Harapannya dari masing-masing desa dapat lahir local champion atau penggerak dalam pengembangan di desa wisatanya masing-masing,” tambah Sandi.

Terpisah, Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf RI Frans Teguh saat membuka kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata di Yogyakarta, Selasa (29/3), menekankan pentingnya meraih kepercayaan wisatawan melalui Sapta Pesona, CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability), dan Pelayanan Prima. 

“Sosialisasi ini penting guna mempersiapkan masyarakat di sekitar destinasi termasuk desa atau kampung wisata, dalam menyambut pengunjung agar mendapatkan pengalaman berkesan. Ini adalah fondasi bagaimana sebuah desa atau destinasi bisa bertahan tidak hanya di masa pandemi tapi juga untuk seterusnya,” kata Frans.

Menyoroti CHSE, Frans menegaskan harapan untuk membangun komitmen dan kredibilitas daerah wisata sehingga pengunjung merasa nyaman, aman dan percaya. Sementara terkait Pelayanan Prima, dia menyebut hospitality penting diterapkan untuk memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung.

Dia juga berpesan kepada pengelola kampung atau desa wisata agar mempertahankan karakteristik, keunikan, dan nilai-nilai lokal yang dimiliki. “Jangan kehilangan karakteristik dan lokalitas. Ini harus senantiasa dikelola melalui inovasi karena inovasi, adaptasi, dan kolaborasi adalah kunci pendorong industri pariwisata agar semakin berkualitas dan berkelanjutan,” paparnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko
menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Pihaknya siapbersinergi dan mengawal program tersebut agar Sapta Pesona plus CHSE dan Pelayanan Prima dapatterinternalisasi di kampung wisata.

Related posts

Leave a Reply