Merawat Daya Tarik Wisata Tingkatkan Ekonomi Warga

Drs. H. Widodo, MM Kepala Divisi Keuangan, Badan Pelaksana Otorita Borobudur

POJOK MUDA, smjogja.com – Kurang lebih 2 tahun lamanya bangsa Indonesia telah di landa pandemi covid-19, hal ini berdampak pada semua lini kehidupan di masyarakat berjalan dengan serba keterbatasan.

Guna mengatasi wabah tersebut pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dengan membuat kebijakan untuk memutus rantai penyebaran penyakit flu yang mematikan itu dengan menerapkan PPKM.

Alhamdulillah dengan rasa penuh kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam mengatasi pandemi covid-19 tersebut serta menjalankan PPKM dengan tertib, alhasil kasus covid-19 bisa di tekan dan perkembangannya menunjukan tren positip.

Pantauan Satgas Civid-19 terhadap kasus yang melanda di masyarakat saat ini perkembangan covid-19 di masyarakat kian melandai dan menghilang di bumi nusantara. Seiring dengan kondisi masyarakat yang mulai menjadikan protokol kesehatan sebagai gaya hidup, maka pada kesempatan yang baik ini Bapak Presiden Jokowi memberikan arahan kepada masyarakat tentang pelonggoran penggunaan masker yakni; di arena terbuka tidak perlu menggunakan masker, namun untuk kerumunan di ruang tertutup serta di angkutan umum masih harus memakai masker, sedangkan untuk pelaku perjalanan apabila sudah menjalankan vaksin komplit tidak perlu Swab Antigen.

Read More

Hal tersebut di atas merupakan angin segar dan kabar gembira khususnya bagi para pelaku pariwisata yang paling terdampak akibat pandemi covid-19. Dengan adanya kebijakan pemerintah tentang pelonggaran penggunakan masker, destinasi pariwisata yang sempat terbengkalai kini mulai bisa berbenah diri dalam mengaktivasi serta meningkatan daya tarik wisatanya. Sebagai pelaku pariwisata yang baik, kita mesti bijak dalam menjalankan kebijakan pemerintah.

Sukses dalam merawat daya tarik wisata dan memelihara destinasi wisata guna membangun sustainable tourism merupakan awal dari sebuah proses dan kerja keras hari ini dalam mengelola pariwisata dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

Revitalisasi Daya Tarik Wisata

Menelisik keadaan sarana dan prasarana dari beberapa destinasi setelah mengalami stagnasi menunjukan rasa keprihatinan karena kurangnya perawatan. Beberapa wahana ada yang terbengkalai, rusak, mangkrak, dan bahkan ada yang sampai tidak berfungsi. Belum lagi Signature di area kawasan kurang terpelihara, rumput ilalang tumbuh liar, dll.

Dari ilustrasi tersebut diatas, rasanya ingin segera bangkit dari ketrpurukan. Dalam rangka memulihkan kembali kondisi destinasi wisata agar memiliki daya tarik wisata dan menjadi magnet kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, maka perlu langkah-langkah strategis yang bisa diimplementasikan secara kongkrit dalam program-program pemberdayaan masyarakat pelaku pariwisata.

Yang mendesak untuk dilaksanakan dalam rangka merevitalisasi daya tarik wisata antara lain dengan bentuk pelatihan dan pendampingan kepada para pengelola Desa Wisata. Adapun materi pembelajaranya antara lain; 1). Tata Kelola Desa Wisata, 2). Pengembangan SDM, 3). Management Keuangan, 4). Pemasaran produk via platform digital. Dengan menerapkan naskah-naskah akademik dari materi pelatihan disertai dengan pendampingan para mentor yang kompeten di bidang pariwisata tersebut diharapkan mampu meningkatkan kwalitas dan daya saing pengelolaan desa wisata, sekaligus mereaktualisasikan kembali daya tarik pariwisata yang sempat mengalami degradasi.

Tingkatkan Ekonomi Warga

Sejalan dengan arah dan kebijakan pemerintah untuk memulihkan ekonomi kemasyarakatan, tujuan dari pada pelatihan dan pendampingan pengelolaan daya tarik wisata adalah untuk meningkatkan kompetenssi serta kwalitas Sumber Daya Manusia yang professional dalam mengelola desa-desa wisata sebagai penyangga kawasan pariwisata sehingga bermuara pada kunjungan wisatawan akan miningkat serta menunjukkan tren membaik yang pada akhirnya akan berimpac meningkatnya ekonomi warga di daerah sekitar desa wisata.

Upaya kolaborasi berbagai pihak pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan di bidang kepariwisataan, diharapkan mampu menjadi triger dalam mendorong kebangkitan pariwisata, serta dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja, sehingga menggeliatkan sektor pariwisata di Tanah Air.

Kita sadari sepenuhnya bahwa untuk mewujudkan rencana dan gagasan yang baik ini tidak semudah membalikan tangan, sebab masih banyak PR di masyarakat yang belum terselesaikan dan perlu mendapat penanganan dari pihak-pihak yang berwajib. Berbagai masalah kehidupan masyarakat datang silih berganti dengan berbagai dinamika yang berbeda.

Covid-19 masih ada dan belum sirna sepenuhnya kini sudah muncul lagi penyakit baru yakni penyakit mulut dan kuku pada hewan sapi.

Namun demikian dengan rasa optimis dan energi positip yang kita bangun dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, “Badai Pasti Berlalu”. Kebangkitan Pariwisata Indonesia yang dimulai dari merawat daya tarik wisata dilanjutkan dengan pengembangan desa-desa wisata akan mampu menggerakan dan meningkatkan ekonomi warga. Pada akhirnya sebagaimana jargon G 20, kita akan pulih bersama, kuat bersama, “Recover Together Recover Stronger”. Kita Pasti Bisa…..!!!!!

Related posts

Leave a Reply