Museum Muhammadiyah, Menjaga Memori Kolektif Perjuangan Persyarikatan

Muhadjir Effendy dan Haedar Nashir melihat koleksi Museum Muhammadiyah di kompleks kampus IV UAD / ist

JOGJA, SMJogja.com – Seluruh aktivitas Muhammadiyah terekam dalam museum yang berada di dalam kompleks kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Museum tersebut akan berisikan artefak para pejuang nasional, pejuang Muhammadiyah yang sejak berdiri hingga sekarang berkomitmen menjaga Indonesia.

Keberadaan Museum Muhammadiyah juga untuk menjaga memori kolektif perjuangan dan kiprah luas organisasi Islam ini terhadap bangsa, negara, umat dan kemanusiaan semesta. Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan museum yang terbuka untuk umum dan menjadi salah satu ikon Yogyakarta.

Menteri Koordinator PMK RI, Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa kehadiran museum merupakan amanat dan hadiah dari Presiden RI Joko Widodo ke Muhammadiyah. Ia menceritakan pada saat dirinya menjabat sebagai Mendikbud dan menuntaskan pembangunan Museum Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang, Presiden menanyakan apakah Muhammadiyah sudah memiliki museum serupa.

”Saya menjawab belum, lalu Presiden mengatakan, kalau begitu bikin juga,” ungkap Muhadjir mengenang perbincangannya dengan Presiden Jokowi di sela-sela peresmian Museum Muhamamdiyah.

Read More

Empat Tahun

Museum berada di kampus IV atau kampus utama UAD. Pembangunan museum seluas 1200 m2 tersebut telah dilakukan sejak empat tahun lalu. Saat itu Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama pada 22 Juli 2017.

Ada sejumlah alasam keberadaan museum di kompleks kampus UAD. Pertama, UAD merupakan kampus Muhammadiyah tertua di DIY. Selain itu, pengelolaan museum termasuk berbiaya tinggi dan dapat terakomodasi ketika menjadi satu dengan kampus. Museum sangat tepat berada di lokasi pendidikan sebagai sarana edukasi anak-anak muda.

”Museum merupakan sejarah Muhammadiyah yang selalu ikut ambil bagian dalam perjuangan nasional, memerdekakan Indonesia, mengisi kemerdekaan. Begitu pula tempat-tempat, situs-situs harus bisa dibenahi kembali untuk studi-studi lapangan bagi mereka yang berminat dengan Muhammadiyah,” papar Muhadjir.

Ia berharap situs-situs Muhammadiyah di Yogyakarta bisa menjadi lokasi wisata religius, termasuk makam KH Ahmad Dahlan supaya generasi-generasi muda Muhammadiyah mengingat sejarah para pendiri persyarikatan. Museum Muhammadiyah menjadi titik tolak persyarikatan melangkah ke masa depan yang lebih baik.

Related posts

Leave a Reply