Ngaran Kite Festival Diarahkan Jadi Event Rutin

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersiap menerbangkan layang-layang di acara Ngaran Kite Festival 2022, Minggu (2/10/2022) / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Penyelenggaraan festival layang-layang di kawasan pantai sudah biasa dijumpai. Lain halnya jika festival tersebut diadakan di lokasi persawahan.


Keunikan ini yang coba diusung oleh masyarakat Dusun Ngaran, Margokaton, Seyegan, Sleman. Selama dua hari berturut-turut pada Sabtu dan Minggu (1-2/10), padukuhan mereka diramaikan dengan event Ngaran Kite Festival.


Menurut Lurah Margokaton, Anggit Bimanyu, Ngaran Kite Festival 2022 menjadi momen spesial setelah tertunda sejak 2020 lalu akibat pandemi Covid-19. Pada event tahun ini bahkan berhasil mendatangkan peserta dari luar daerah seperti Semarang, Magelang, Cilacap, dan Purworejo.


“Antusiasme peserta luar biasa. Semoga lewat semangat ini bisa mengembangkan potensi yang ada di Ngaran dan sekitarnya,” tutur Anggit, Selasa (4/10).

Read More


Sesuai namanya, festival ini dimeriahkan parade menerbangkan layang-layang di area persawahan. Lahan sawah sengaja dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan karena Seyegan selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi. Sehingga, lewat event tersebut diharapkan akan semakin mendongkrak potensi sektor pertanian.


Acara itu juga dijadikan kesempatan untuk mengenalkan permainan layang-layang kepada anak-anak. Mengingat di zaman serba canggih seperti sekarang, sudah sangat jarang anak-anak tahu tentang permainan tradisional.


Selain kegiatan seputar layang-layang, festival tersebut juga diisi berbagai macam agenda yang bertujuan menumbuhkan kesadaran mengolah sampah plastik. Diantaranya lewat talkshow, workshop, bioskop edukasi, dan pameran kuliner anti plastik. Selain itu ada acara hiburan pentas musik dan tari tradisional.


Terlaksananya event ini direspon positif oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Dia bahkan mendorong agar Ngaran Kite Festival bisa diadakan secara rutin. “Penyelenggaraan acara di lahan persawahan menjadi keunikan tersendiri, karena selama ini festival layang-layang lebih sering diadakan di area pantai,” ujarnya.


Di sisi lain, dia menilai pelaksanaan festival di area sawah bisa menggiatkan potensi pertanian yang ada di Sleman khususnya wilayah barat. Terlebih, pertanian merupakan salah satu sektor unggulan.

Related posts

Leave a Reply