Nuansa Tradisional Warnai Pembukaan Program Pengenalan Kampus UAD

Pimpinan UAD mengenakan busana tradisional dalam pembukaan P2K / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Ribuan mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti pembukaan Program Pengenalan Kampus. Mereka memenuhi GOR Amongrogo yang tak jauh dari kampus bersejarah, kampus 1.

Sementara itu, jajaran rektorat dan fakultas mengenakan busana adat dari seluruh Indonesia. Ada yang mengenakan pakaian Madura, Minang, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Papua. Mereka berbaur dengan 6.982 mahasiswa baru dari berbagai program studi.

Pembukaan acara pun tak lepas dari nuansa tradisional. Para penari dari UKM Tari membawakan tarian tradisional penyambutan menerima seluruh mahasiswa baru bergabung menjadi Dahlan Muda. Tepuk tangan membahana ketika para penari memasuki dan meninggalkan panggung.

Rektor Dr Muchlas MT berharap mahasiswa akan belajar selama empat tahun, tidak lebih. Ia minta mereka belajar keras, menggunakan pola pikir tumbuh. Kegagalan menurutnya bukan akhir segalanya. Ini merupakan bagian dari pembinaan diri.

Read More

”Gunakan pola pikir tumbuh, jangan takut kegagalan. Jemputlah kesulitan sebagai motivasi, tantangan agar senantiasa tumbuh mengeksplorasi segala hal,” tandasnya. Ia menegaskan insan Dahlan Muda harus menjadi unggul dan inovatif berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Orang Terpilih

Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir di depan mahasiswa baru mengatakan mereka merupakan orang-orang terpilih, kader-kader terbaik yang akan menimba ilmu dan belajar hidup di UAD. Mereka merupakan bagian dari 800.000 mahasiswa dari 173 Perguruan Tinggi Muhammdiyah dan Aisyiyah.

”Kalian bukan kelompok kecil tapi menjadi bagian tradisi besar Muhammadiyah yang memiliki kampus-kampus terbaik, ternama. Kampus tersebut telah mengukir banyak suskes dan keberhasilan sebagai Perguruan Tinggi Indonesia milik Muhammadiyah,” ujar Haedar.

Mahasiswa merupakan tunas muda, Dahlan Muda, yang bisa menjadi rajawali dan terbang tinggi. Mereka bisa menjadi pembaharu di mana pun berada tidak hanya di Indonesia tapi di mana saja. Ia memberi contoh banyak tokoh nasional, pembaharu bangsa, merupakan keluarga besar Muhammadiyah antara lain Presiden I RI, Ir Soekarno, Fatmawi, Soedirman, Ir Djuanda dan lainnya. Total ada 23 pahlawan nasional yang lahir dari Muhammmadiyah.

Related posts

Leave a Reply