Otopet Wisata Kaliurang Ditata

Otopet wisata Kaliurang / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Para pegiat wisata di kawasan Kaliurang berinovasi dengan menghadirkan wahana otopet. Atraksi ini mulai muncul sejak pertengahan tahun 2021 seiring membaiknya tingkat kunjungan setelah sempat lesu akibat pandemi Covid-19.Keberadaannya pun kian marak.

Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat setidaknya terdapat 9 operator otopet di Kaliurang dengan jumlah kendaraan 350 unit. Para operator ini bernaung dalam satu asosiasi.Melihat semakin banyaknya otopet yang beroperasi, Pemkab Sleman berencana melakukan penataan jalur.

Saat dikonfirmasi Suara Merdeka, Selasa (15/2), Kepala Dispar Sleman Suparmono menjelaskan, penataan ini dimaksudkan agar pengguna jalan merasa nyaman. Di sisi lain, pengguna otopet juga aman saat berkendara. “Kami akan terapkan pembatasan jalur khususnya pada hari libur, sedangkan week day akan lebih longgar,” katanya.

Penerapan PPKM Level 3 dirasa menjadi kesempatan baik untuk melakukan penataan. Sehingga saat kondisi berangsur normal, penataan jalur otopet sudah bisa terealisasi.

Read More

Pram menambahkan, selama ini belum ada jalur khusus untuk wisata otopet. Kondisi ini cukup membahayakan bagi pengguna jalan lain maupun pengendara otoped itu sendiri. “Sementara ini belum ada jalur khusus. Sekarang sedang dalam proses pengaturan oleh asosiasi,” jelas Pram.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman dan DIY, Panewu Pakem, Lurah Hargobinangun, dan dukuh setempat. Sementara itu, Kepala Dishub Sleman Arip Pramana mengatakan, pihaknya masih menunggu draf usulan jalur otopet yang disusun oleh asosiasi dan masyarakat padukuhan.

“Setelah draf masuk, selanjutnya kami akan membahas lebih lanjut terkait feasibilitas atau kelayakan jalur yang akan digunakan untuk meminimalisir resiko,” tandasnya.

Penggunaan otopet sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomer 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik. Regulasi itu menyebutkan beberapa syarat keselamatan yang harus dipenuhi kendaraan maupun penggunanya.

Dari aspek kendaraan, otopet harus dilengkapi lampu utama, bel, sistem rem yang berfungsi baik, dan alat pemantul cahaya atau reflektor. Kecepatannya juga dibatasi maksimal 6 km per jam. Adapun syarat penggunanya antara lain berusia paling rendah 12 tahun, dan memakai helm. Sementara untuk ketentuan lajur, dapat menggunakan lajur sepeda atau jalur khusus. Jika tidak tersedia lajur khusus, maka dapat dioperasikan di trotoar namun tetap memperhatikan keselamatan pejalan kaki.

Related posts

Leave a Reply