Otsuka Blue Planet, Komitmen Nyata Kurangi Sampah di Bumi

Human Capital & Corporate Affairs Director PT Amerta Indah Otsuka Sudarmadi Widodo menyampaikan keterangan kepada pers, Selasa (27/9/2022) / dok

YOGYAKARTA, SMJogja.com – Penanganan masalah lingkungan hidup menyangkut sampah merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih, pengelolaan sampah bukanlah persoalan yang ringan.

Riset menyebutkan, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar nomor dua setelah China. Ironisnya, hanya 10-15 persen limbah plastik yang diproses daur ulang sedangkan 60-70 persen berakhir di tempat pembuangan dan sisanya tersebar di lautan. 

Melihat peliknya permasalahan tentang sampah, PT Amerta Indah Otsuka menginisiasi proyek Otsuka Blue Planet. Human Capital & Corporate Affairs Director PT Amerta Indah Otsuka Sudarmadi Widodo mengatakan, proyek ini mencakup tiga program besar yaitu ecovillage, eco blue school, dan eco bottle.

“Kegiatan ini fokus pada edukasi masyarakat tentang bagaimana mengelola sampah dengan baik,” katanya, Selasa (27/9).

Read More

Dia menegaskan, program tersebut harus berhasil kendati banyak tantangan yang mungkin dihadapi. Harapannya melalui program itu, perusahaannya bisa membawa sedikit dampak dalam mengatasi masalah sampah.

Lebih lanjut, Corporate Communication Manager, Laibun Sobri menjelaskan satu per satu cakupan program Otsuka Blue Planet. Pertama adalah eco village berupa kegiatan edukasi pengolahan sampah bagi masyarakat sekitar pabrik Otsuka di Sukabumi, Jawa Barat. Realisasinya antara lain pembangunan bank sampah, penyediaan biopori, dan saat ini tengah disiapkan budidaya maggot. 

“Eco village sudah dilaksanakan sejak 2021. Latar belakang kenapa kami pilih kegiatan itu mengingat masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan atau membakarnya sehingga menimbulkan polusi,” terangnya.

Program kedua adalah eco blue school yang mulai dirintis tahun ini dengan sasaran dua sekolah di Ciledug, dan Jakarta. Kegiatan ini akan dilaksanakan berkelanjutan dan tiap tahun ditargetkan menambah satu sekolah. Step awal program ini adalah menyediakan fasilitas tong sampah dan dibentuk kader. Rencananya juga akan dibangun bank sampah di lingkungan sekolah agar siswa dan guru semakin semangat dalam mengelola sampah. Sementara ini, pengolahan sampah plastiknya masih dikerjasamakan dengan pihak ketiga. 

Berikutnya, program besar ketiga Otsuka Blue Planet adalah eco bottle dimana perusahaan tersebut berkomitmen menggunakan 100 persen bahan daur ulang dalam produk mereka mulai tahun 2030 mendatang. “Sekarang sudah kami mulai dengan besaran 30 persen dulu karena menyesuaikan teknologi yang ada. Kemudian bertahap tahun 2025 ditingkatkan jadi 50 persen, dan tahun 2030 full menggunakan bahan daur ulang,” jelas Sobri.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatangan MoU antara PT Amerta Indah Otsuka, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian LHK,  Ade Palguna menyatakan mendukung program itu dan berharap agar dikembangkan di daerah lain. Dia juga meminta kepada perusahaan lain untuk melakukan langkah yang sama. 

Related posts

Leave a Reply