Panglima TNI Kawal Kasus Pembunuhan ASN Saksi Kasus Korupsi di Semarang

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ketika di UGM / ist

JOGJA, SMJogja.com – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan terus mengawal dan memantau kasus pembunuhan ASN saksi korupsi di Semarang. Ia sendiri yang langsung mengontrol dan minta supaya ada laporan secara berkala setiap minggu. Pasalnya, ada tiga anggota TNI yang ikut diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Andika mengungkapkan hal itu di sela-sela kegiatan mengikuti pelantikan dokter di GSP UGM. Putrinya, Angela Adinda Nurrina Perkasa-Hendropriyono ikut dilantik sebagai dokter.

”Kami memeriksa tiga anggota, inisial agak lupa, yang jelas memang ada tiga orang. Kami belum menyimpulkan sebagai tersangka. Kami sebut sebagai person of interest, mereka yang ingin kami dalami lebih jauh,” tandasnya.

Ia menjelaskan TNI melakukan proses hukum berdasarkan informasi awal dari penyidikan di Polda Jawa Tengah. Pihaknya sampai sekarang terus dan sedang melakukan itu. Menurutnya memang tidak mudah karena ada saja jawaban-jawaban yang kemudian membuat seolah-olah tidak terlibat.

Read More

”Tapi kami tidak begitu saja menyerah, kami yakin Polda Jateng punya bukti awal yang cukup. Pokoknya kami kawal terus sampai sekarang,” tandas Andika.

Status Saksi

Ia menambahkan, TNI memperoleh informasi awal dua hari setelah penemuan jenazah saksi kasus korupsi, Iwan Boedi Prasetijo Paulus. Iwan yang harusnya menjalani pemeriksaan sebagai saksi korupsi menghilang beberapa lama. Polisi menemukan jenazahnya dalam kondisi terbakar 100 persen dan terpotong-potong di kawasan Pantai Marina, Semarang.

”Kami mendapat informasi dari Polda Jateng kira-kira dua hari setelah ditemukannya mayat yang dimutilasi. Pemeriksaan masih berjalan dan posisi anggota belum ditahan karena belum ditingkatkan statusnya sebagai tersangka. Status masih penyelidikan, masih sebagai saksi,” paparnya.

Tiga anggotanya tersebut belum naik statusnya karena memang alibi-alibi cukup kuat. Ia membutuhkan informasi-informasi tambahan dari masyarakat seperti kasus kerusuhan di Kanjuruhan, Malang, sehingga dapat bergerak cepat.

Related posts

Leave a Reply