Pemanfaatan Data Hidro dan Oseanografi Kurang Optimal

Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Nurhidayat / dok UGM

JOGJA, SMJogja.com – Data hidro-oseanografi selama ini banyak dimanfaatkan Kementrian Pertahanan RI. Padahal kegunaan data hidro-oseanografi sangat besar terutama untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Nurhidayat menyampaikan hal itu ketika mengisi kuliah umum bertema ”Pemanfaatan Data Hidro-Oseanografi pada Dekade Kelautan 2030 Menuju Indonesia Emas 2045” di Fakultas Geografi UGM.

Ia menjelaskan ada beragam tantangan dalam pemanfaatan data hidro-oseanografi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045. Salah satunya, minimnya pemanfaatan data hidro-oseanografi untuk kepentingan pembangunan.

”Kelak semoga bisa lebih banyak yang mengambil data ini untuk kepentingan pembangunan di semua bidang,” tandas Nurhidayat.

Read More

Pengumpulan Data

Tantangan bagi semua pihak untuk melakukan pengumpulan data yang baik. Misalnya, siapa yang akan menampung data survei, hasil pengamatan di daerah, dan lainnya. Ia mengungkapkan data survei hidrografi 1.200 tera tidak cukup. Pihaknya akan terus mengembangkan agar ketika ada universitas, kementerian butuh data bisa tinggal ambil.

Nurhidayat menyebutkan tantangan berikutnya soal penyediaan produk mutakhir dan mengikuti dinamika perkembangan IPTEK. Dengan adanya peta-peta maupun hasil survei baru, dapat memberikan rasa nyaman bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia.

”Infromasi juga harus mudah diakses, data tidak hanya untuk Pushidrosal sendiri, BIG sendiri, BRIN sendiri. Kita tidak punya akses data yang mudah jadi harus menyamakan persepsi agar mudah dalam mengambil data,” imbuhnya.

Related posts

Leave a Reply