Pemkab Sleman Akan Terapkan Sistem Parkir Non Tunai

Kendaraan melakukan uji KIR di kantor Dishub Sleman, Rabu (22/12/2021) / SMJogja.com-Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman mulai tahun ini akan menerapkan pembayaran parkir kendaraan dengan sistem non tunai. Metode pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ini bertujuan untuk memberi kemudahan bagi masyarakat. 

Pada uji coba tahap awal, parkir non tunai akan diberlakukan di beberapa titik kawasan Jalan Gejayan. “Kita baru melakukan uji coba tahun depan. Juru parkir nantinya diberi kalung dengan QR code. Ketika masyarakat hendak membayar parkir semisal tidak punya uang receh, bisa pakai aplikasi e-money tersebut,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Arip Pramana, Jumat (4/2).

Sistem non tunai tersebut hanya menjadi salah satu alternatif. Masyarakat yang belum familiar dengan transaksi digital tetap bisa membayar parkir secara cash. Dipilihnya Gejayan sebagai lokasi uji coba karena merupakan pusat ekonomi Sleman. Kawasan itu juga dekat dengan beberapa kampus sehingga sesuai dengan target pangsa cashless yakni golongan generasi muda.

“Sekarang ini yang menggunakan e-money kebanyakan masih kalangan anak muda. Karena itu dipilih daerah Gejayan notabene dekat dengan sejumlah kampus serta banyak pertokoan dan tempat kuliner,” kata Arip.

Read More

Dalam penerapan QRIS parkir ini, Dishub bekerjasama dengan Bank BPD DIY. Mengacu Perda Nomer 6 Tahun 2015 tentang Perparkiran, tarif parkir kendaraan roda dua adalah Rp 1.000, mobil Rp 2.000, dan bis Rp 3.000. Dengan kemudahan layanan melalui sistem cashless, diharapkan bisa semakin mendongkrak capaian pendapatan daerah.

Tahun lalu, target total Rp 2 miliar dari retribusi parkir telah terlampaui. Sementara tahun ini ditargetkan pemasukan parkir di tepi jalan umum sebesar Rp 1,9 miliar, dan tempat parkir khusus Rp 600 juta.

Related posts

Leave a Reply