Pemkab Sleman Belajar Pengelolaan BUMDes ke Malang

Wisatawan menikmati suasana di desa wisata Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur, Rabu (6/7/2022) / SMJogja.com-Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Jajaran Pemkab Sleman dipimpin Bupati dan Wakil Bupati mengadakan kunjungan ke Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (6/7) itu dimaksudkan untuk tukar wawasan tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).


Saat agenda kunjungan, rombongan dari Sleman diterima langsung oleh Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto. Dalam paparannya, Didik mengawali dengan gambaran keberhasilan pengelolaan beberapa desa wisata di Malang. Salah satunya adalah Pujon Kidul. Dijelaskan, sebagian warga Pujon Kidul awalnya hanya menggantungkan nafkah pada usaha peternakan sapi perah. Kemudian, lima tahun belakangan mulai dirintis desa wisata.


“Semula hanya 5.000 meter persegi lahan yang digunakan sebagai kawasan wisata. Lalu, pemerintah desa memberikan support dana dan hanya dalam kurun waktu dua tahun hasilnya bisa maksimal bahkan bisa menyerap hingga 200 tenaga kerja,” papar Gatot.


Saat ini, perputaran dana APBDes Pujon Kidul per tahun bisa menembus Rp 1,6 miliar yang dominannya bersumber dari sektor pariwisata. Jika dihitung, total aset desa tersebut mencapai Rp 6 miliar.

Read More


“Kami memiliki kebijakan bahwa desa yang sudah membentuk BUMDes maka kades harus melakukan penyertaan modal. Pemanfaatan modal itu diserahkan sepenuhnya kepada direktur BUMDes terkait perencanaan bisnis,” jelasnya.


Di Malang sendiri, kebanyakan BUMDes bergerak di bidang pariwisata. Sempat kembang-kempis akibat pandemi Covid-19, sejumlah BUMDes alih-alih belajar mengembangkan usaha secara online. Dari 378 desa, saat ini sudah 344 desa yang memiliki BUMDes dan 195 diantaranya telah berbadan hukum.


Selain peran pemerintah desa, kesuksesan membangun suatu daerah diakuinya tidak lepas dari partisipasi masyarakat. Contohnya di Pujon Kidul yang sekarang luasan destinasi wisatanya sudah berkembang menjadi 10 hektare. Pengelolaannya dilakukan secara transparan dengan sistem bagi hasil antara pemilik tanah dan kelompok sadar wisata (pokdarwis).


Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengungkapkan, meski di wilayahnya telah terbentuk 44 BUMDes namun banyak yang belum maksimal. Salah satu yang maju adalah BUMDes di Sambirejo Prambanan dengan andalan objek wisata Taman Tebing Breksi.
“Karena itu, kami melakukan kunjungan ini karena ingin mengadopsi konsep pengelolaan BUMDes yang ada di Malang kemudian direplikasi di Sleman untuk menumbuhkembangkan desa wisata,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply