Pengerjaan Konstruksi Tol Jogja-Bawen Dikebut

Sejumlah pekerja menggarap konstruksi tol Jogja-Bawen, Senin (31/10/2022) / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Pengerjaan konstruksi jalan tol Jogja- Bawen seksi 1 atau ruas Yogyakarta- Banyurejo terus dikebut. Sejauh ini, progresnya sudah mencapai 8,6 persen dan keseluruhan ditargetkan rampung pada tahun 2024. 

“Sekarang sedang dikerjakan borepile dan box underpass yang titik-titiknya ada di Kapanewon Mlati, Seyegan, Tempel,” jelas Direktur  Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), AJ Dwi Winarsa, Senin (31/10).

Sejalan dengan pengerjaan konstruksi, pihaknya bersama tim pengadaan tanah juga terus menggarap proses pembebasan lahan pada ruas jalan tol sepanjang kurang lebih 8,25 km ini. Dari total kebutuhan lahan di DIY seluas 714.278 meter persegi, sekitar 65 persen telah dibebaskan. Adapun progres bidang tanah telah bebas mencapai  81,38 persen dari  total 1.498 bidang. Diantaranya merupakan tanah kas desa berjumlah 41 bidang seluas 70.854 meter persegi yang masih menunggu izin Gubernur.

Selain tanah milik warga, proyek strategis nasional ini juga membutuhkan lahan pada fasilitas umum dan tanah wakaf. Lahan tersebut melintasi tiga wilayah kapanewon di Kabupaten Sleman yakni  Mlati di Kalurahan Tirtoadi,  Seyegan meliputi Kalurahan Margomulyo, Margodadi, Margokaton serta wilayah Tempel terdiri dari Tambakrejo, Sumberrejo, dan Banyurejo.

Read More

Di wilayah Tirtoadi terdapat bangunan tempat wudhu dan gudang masjid Nurul Huda dan bangunan Mushola Al- Baroqah. Sedangkan di Margokaton berupa area sawah atau tegalan dan Musholla Al – Ikhlas.

Terdapat pula fasilitas pendidikan berupa bangunan SMK 17 Seyegan di Margodadi. Bangunan sekolah ini menempati tanah kas desa, dan sampai sekarang masih menunggu pembebasan tanah. “Bangunan SDN 01 Banyurejo termasuk gedung perpustakaan juga sedang diupayakan untuk dihindari lewat rekayasa teknik dalam proses konstruksi,” imbuhnya.

Terkait rencana penambahan lahan, Staf Pelaksana Lapangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lahan Tol Jogja – Bawen Seksi 1, Ivan Anggriawan mengatakan hasil konsultasi publik telah telah dilaksanakan pada 18 Oktober sampai dengan 27 Oktober 2022. Hasilnya, seluruh pemilik lahan menyatakan sepakat.

Jika penetapan lokasi Gubernur terbit tahun ini, pihaknya optimis pembebasan lahan bakal selesai pada awal semester dua tahun 2023. Untuk estimasi awal disediakan anggaran sebesar Rp 400 miliar.

Sesuai perhitungan, kebutuhan lahan tambahan untuk proyek tol ini mencapai 617 bidang atau seluas 160.153 meter persegi. Rinciannya, di Tirtoadi Mlati sebanyak 42 bidang dengan luasan 5.717 meter persegi, Margomulyo Seyegan sebanyak 19 bidang atau 4.600 meter persegi, dan Margodadi Sayegan sejumlah 88 bidang atau 22.576 meter persegi.

“Lainnya tersebar di Margokaton Sayegan sebanyak 216 bidang, dan Banyurejo Tempel 145 bidang. Lalu di Sumberejo dan Tambakrejo masing-masing membutuhkan 8 dan 99 bidang,” urainya.

Related posts

Leave a Reply