Perdana, Untidar Panen Ribuan Tangkai Anggrek

Rektor Untidar, Prof Dr Sugiyarto MSi bersama Rektor Untidar Periode 2018-2022, Prof Dr Mukh Arifin dan Pemilik Usaha Anggrek Nambangan, Hasan Sulaemansyah mengikuti panen perdana bunga anggrek di Kledung Research Edupark Temanggung / Asef Amani

TEMANGGUNG, SMJogja.com – Universitas Tidar (Untidar) berhasil mengembangkan komoditas anggrek lokal jenis bulan di Kledung Research Edupark Temanggung. Pengembangan anggrek ini hasil kerja sama dengan pengusaha anggrek asal Kampung Nambangan Kota Magelang yang juga alumni kampus Untidar.

Keberhasilan ini ditandai dengan panen perdana oleh Rektor Untidar, Prof Dr Sugiyarto beserta jajaran di Kledung Research Edupark Temanggung, Rabu (18/1). Tak kurang dari 1.600 tangkai bunga anggrek dipanen dan dikirim ke konsumen di seluruh Indonesia.

Rektor Untidar, Prof Dr Sugiyarto mengatakan, panen perdana ini dilakukan setelah selama satu tahun dikembangkan di dua green house yang ada. Dua green house ini mampu menampung hingga 9.000 tangkai anggrek.

“Kita tentu bangga sekali akhirnya bisa panen perdana ini. Ini hasil kerja sama kita dengan alumni yang berhasil berbisnis anggrek,” ujarnya di sela panen.

Dia menuturkan, keberhasilan budidaya anggrek sebagai bukti bahwa kampusnya benar-benar sebagai kampus wirausaha. Hadirnya Kledung Research Edupark di atas lahan seluas 1 hektar milik Untidar ini sebagai upaya menggali sumber pendapatan lain selain dari biaya pendidikan, sekaligus contoh bagi mahasiswa.

“Panen anggrek ini bukti kita tidak hanya ngecap saja soal kampus wirausaha. Di sini juga kita budidayakan aneka jenis tanaman buah, peternakan domba, dan perikanan. Selain sebagai edukasi, juga ke depan sebagai destinasi pariwisata untuk masyarakat umum,” katanya.

Rektor Untidar Periode 2018-2022, Prof Dr Much Arifin yang turut hadir pada panen perdana ini mengutarakan, adanya Kledung Research Edupark ini sebagai bagian dari upaya pengembangan kampus untuk wirausaha. Hal ini sebagai bekal mahasiswa agar setelah lulus siap terjun berwirausaha.

“Kledung Edupark ini bagian kecil saja dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Harapan ke depan bisa jadi destinasi wisata, yang mana mulai tahun 2023 ini Untidar memuka program studi pariwisata. Maka, SDM kita siapkan dengan dukungan sarana dan prasarana ini,” tuturnya.

Sementara itu, Pemilik Usaha Anggrek Nambangan, Hasan Sulaemansyah mengemukakan, panen perdana ini diperkirakan terdapat 1.600 tangkai bunga. Usai dipanen akan dikirim ke sejumlah konsumen di seluruh Indonesia, paling banyak di wilayah Jawa Tengah.

“Kapasitas di green house ini sekitar 8000-9000 tangkai. Panen tiap bulan sekitar 1.600 tangkai atau 400 tangkai per minggu. Jenisnya hanya anggrek bulan saja yang kita ujicobakan di Kledung Edupark ini,” jelasnya.

Untuk kualitas, Hasan menyebutkan sudah maksimal. Satu tangkai terdiri dari 10 kuntum lebih, yang berarti sudah di atas rata-rata produsen umumnya. Pihaknya menjual ke konsumen secara grosiran atau partai besar, yakni Rp 90.000 per tangkai.

“Kalau harga ritelnya bisa sampai Rp 150.000 atau bahkan lebih, tergantung siapa pembelinya. Tapi, kita mainnya grosir saja. Untuk ritel nanti rencana akan buka showroom atau kios di sekitar kampus Untidar. Konsumen grosir kita florist dan pedagang,” paparnya. 

Related posts

Leave a Reply