Perkembangan Sangat Pesat, Teknologi Informasi Jadi Basis Pendidikan

Ketua Jurusan Informatika UPN Veteran Jogjakarta, Dr Awang Hendrianto P ST MT / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Perkembangan tekonologi informasi dan komunikasi (TIK) di era Revolusi Industri 4.0 dan society 5.0 tak bisa dihindari. Seluruh aspek kehidupan menuju ke sana tak terkecuali dunia pendidikan. Bahkan, TIK harus menjadi basis pendidikan supaya Indonesia tidak ketinggalan dengan negara-negara lain.

Ketua Jurusan Informatika UPN Veteran Jogjakarta, Dr Awang Hendrianto P ST MT mengungkapkan hal itu ketika berbicara kesiapan dunia pendidikan terutama kampus pada pasca pandemi Covid-19. Ia menilai pandemi telah mengubah perilaku manusia di seluruh dunia. Pendidikan termasuk yang terdampak dan dari sisi positifnya, ”dipaksa” untuk mempercepat pengembangan TIK.

”Pandemi membawa dampak pada percepatan pengembangan dan penggunaan TIK di kalangan pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Mereka harus dapat beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi,” tandas Awang.

Teknologi menjadi alat bantu proses pendidikan selama pandemi. Pasca pandemi, menurutnya TIK bakal menjadi basis pendidikan di semua jenjang terutam perguruan tinggi. Saat ini semua orang bisa mendapatkan pengetahuan dan melalui proses pembejaran dari mana saja, di mana saja dan dengan siapa saja.

Read More

Mempermudah Proses

Awang menjelaskan lebih jauh, kalangan perguruan tinggi hendaknya bisa segera beradaptasi dengan perkembangan TIK. Kampus-kampus maju di berbagai negara sudah menjadi TIK sebagai basis layanan pendidin tinggi.

”Kampus yang menjadikan TIK sebagai basis layanan pasti kampus yang sudah maju. Terbukti, kampus yang unggul di sejumlah negara layanan berbasis TIK sangat bagus,” ujarnya.

Mengenai proses pembelajaran, ia mengatakan akan berjalan secara hybrid, begitu pula di UPN Veteran Jogjakarta. Bahkan di kampusnya, hampir semua lokasi menyediakan layanan koneksi internet dengan kapasitas besar yang dapat membuat mahasiswa dan dosen melakukan proses pembelajaran.

Ekosistem pendidikan di perguruan tinggi jauh berbeda dengan sebelum pandemi Covid-19. Banyak mahasiswa dan dosen yang menjalani pembelajaran secara hybrid di kampus maupun di mana saja. Budaya digital tersebut, ia menekankan, akan terus dikembangkan di kampusnya.

Related posts

Leave a Reply