Perlu Bantuan dan Pendampingan, Batik Lurik ATBM Terseok-Seok Selama Pandemi Covid-19

Perajin batik lurik ATBM mendapat bantuan modal dan aset / ist

JOGJA, SMJogja.com – Lebih dua tahun lamanya berbagai usaha mengalami ”mati suri”. Banyak yang hidup tidak, tetapi mati juga tidak. Mereka nyaris tidak ada aktivitas. Kalaupun ada harus menanggung beban biaya.

Salah satu yang terdampak yakni usaha rakyat batik lurik alat tenun bukan mesin (ATBM). Mereka terseok-seok selama pandemi Covid-19, harus tambal sulam supaya dapat terus beroperasi, seperti yang dialami usaha batik lurik ATBM Lestari yang ada di Klaten, Jawa Tengah.

Ketua Kelompok Batik Lurik ATBM, Suyatmi menuturkan pandemi selama dua tahun sangat berdampak untuk usaha rakyat tersebut. Kini, setelah pandemi melandai, mereka perlahan mulai bangkit kembali apalagi setelah memperoleh bantuan Dompet Dhuafa Jogja Program Ekonomi bersama Tokopedia.

”Kami sangat-sangat berterima kasih karena dengan bantuan ini bisa lebih lancar beroperasi setelah dua tahun tak menentu,” ujar Suyatmi.

Read More

Alat Tenun

Para perajin memperoleh bantuan berupa modal aset dan modal kerja. Modal aset berupa 2 unit alat tenun ATBM, 6 unit peker, 6 unit teropong, 4 unit sisir, 10 paket klenting, dan juga 14 unit gun. Bantuan modal kerja antara lain 16 lasi, 34 pakan, 18 pewarnaan, 18 close, 9 peket sekir, 1 paket nyucuk, dan 70 kg finishing.

Sebanyak 9 penerima manfaat bakal memanfaatkan bantuan tersebut. Mereka tergabung dalam kelompok Batik Lurik ATBM Lestari yang beralamat di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah.

Manajer Program Dompet Dhuafa Jogja, Bambang Edi Prasetyo dalam rilisnya berharap bantuan modal dan aset dari Dompet Dhuafa dan Tokopedia dapat mendatangkan manfaat pada penerima dan keluarganya. Batik lurik ATBM sebagau usaha rakyat harus terus berjalan karena telah menjadi ikon lokal bahkan Indonesia.

”Meski terjeda dua tahun karena pandemi dan usaha yang terseok-seok, kini mulai menggeliat. Bantuan seperti ini dapat mendukung pertumbuhan dan pemulihan perekonomian mereka yang terganggu selama pandemi,” imbuh Camat Cawas, Moh Prihadi.

Related posts

Leave a Reply