Perlu Percepatan, Jumlah Profesi Insinyur Sedikit

Dekan FST USD, Ir Damar Widjaja PhD mengenakan helm kepada lulusan Program Profesi Insinyur / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Jumlah sarjana teknik di Indonesia mencapai satu juta. Namun demikian baru sekitar 10.000 yang telah mengikuti program profesi insinyur. Perlu waktu puluhan tahun supaya seluruhnya bisa memperoleh status profesi insinyur yang bisa menjadi bagian dari pemecah masalah.

”Karena itu perlu percepatan dan jumlah yang cukup di kampus yang memiliki Program Studi Program Profesi Insinyur supaya insinyur menjadi bagian pemecah masalah, menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Sekretaris Jendral Persatuan Insinyur Indonesia, Ir Bambang Goeritno MSc MPA IPU.

Ia menyampaikan di sela-sela Pelantikan Insinyur Program Studi Program Profesi Insinyur Angkatan II Periode 1 Tahun Ajaran 2021/2022, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pelantikan berlangsung di Auditorium Driyarkara, Kampus Mrican. Sebanyak sembilan lulusan mengikuti pelantikan.

Bambang mengatakan ada 42 kampus yang memiliki program profesi insinyur namun baru 37 yang dapat melaksanakan program. Sisanya belum bisa melaksanakan karena berbagai kendala. Perlu kerja keras dan kerja sama dari berbagai pihak supaya semakin banyak sarjana teknik yang mengikuti program profesi insinyur.

Read More

Kerja Cerdas

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah V Yogyakarta, Prof drh Aris Junaidi PhD dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bagian Umum Taufiqrahman SE mengatakan profesi insinyur harus dapat bekerja keras dan bekerja cerdas. Mereka siap mengembangkan kemampuannya di bidang masing-masing.

”Program profesi insinyur bertujuan agar para lulusan benar-benar memiliki kemampuan bekerja secara profesional sesuai kompetensinya. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan kemampuan lebih dibandingkan lainnya,” ujar Taufiqrahman.

Menurutnya para insinyur zaman sekarang harus bisa beradaptasi dengan revolusi digital. Penting bagi insinyur menguasai skill tambahan teknologi digital.Perkembangan teknologi memungkinkan setiap orang mengembangkan jaringan dan membangun metode yang fleksibel di segala bidang kehidupan.

Ia menegaskan insinyur merupakan faktor utama untuk menjawab tantangan pembangunan dan pengembangan infrastruktur. Dengan begitu, mereka memiliki kemampuan memberi solusi, mengubah dari yang tak mungkin menjadi mungkin, dari yang belum ada menjadi ada.

Sementara itu Wakil Rektor I USD, Prof Ir Sudi Mungkasi SSi MMath Sc PhD menambahkan para insinyur mendapat tantangan menyeimbangkan teori dan praktik. Mereka harus bisa mengembangkan kreasi dan menciptakan inovasi. Tak hanya itu, insinyur juga perlu mengasah kepekaan dan kepedulian pada sesama dan lingkungan.

Related posts

Leave a Reply