Petakan Pariwisata Berkelanjutan, UNESCO Gelar Diskusi Borobudur

Diskusi UNESCO dan mitra membahas Borobudur / ist

JOGJA, SMJogja.com – Praktik pariwisata berkelanjutan menjadi perhatian banyak pihak. Pelaku wisata di daerah destinasi perlu mendapat gambaran jelas dan pendampingan agar praktik tersebut berjalan. Karena itu, sejumlah lembaga membahasanyaa dalam diskusi daring.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) bersama mitranya Perkumpulan Inovasi Tangguh Indonesia dan Via Via Tour and Travel menyelenggarakan diskusi multi pihak. Mereka melibatkan beberapa kementerian dan lembaga yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia.

Diana Setiawati mewakili UNESCO Indonesia menambahkan, hadir pula Balai Konservasi Borobudur, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang serta Kecamatan Magelang. Pelaku pariwisata yang ada di Borobudur dan beberapa lembaga lain yang bekerja di objek wisata tersebut juga hadir.

”Diskusi multi pihak bertujuan memetakan berbagai program dan kegiatan guna mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Borobudur,” tutur Diana.

Read More

Ia menjelaskan saat ini UNESCO Jakarta bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH mewakili Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ). Mereka merespon kebutuhanpelaku usaha pariwisata. Khususnya pemilik sarana hunian pariwisata (sarhunta) dan beberapa pelaku usaha pariwisata lainnya. Tujuannya mewujudkan praktik pariwisata berkelanjutan di era pandemi Covid-19.

Kolaborasi dan Sinergi

Johan Rachmat Santosa dari Perkumpulan Inovasi Tangguh Indonesia (InTI) menambahkan diskusi untuk mengoptimalkan kolaborasi dan sinergi lintas pihak. Tujuannya, mendukung munculnya praktik pariwisata berkelanjutan melalui empat pilar yaitu pengelolaan pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung serta pelestarian lingkungan.

Menurutnya UNESCO menggarisbawahi pentingnya mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan sebagai salah satu opsi memajukan kegiatan pariwisata di Borobudur. Dengan demikian, komunitas di Borobudur bisa meningkatkan kesadaran melindungi sumber daya alam dan potensi lokal. Selain itu, melestarikan warisan dunia Candi Borobudur.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein mengatakan daerah sudah mempunyai Peraturan Daerah No 4 Tahun 2015 mengenai Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Magelang dan juga RPJMD Kabupaten Magelang 2019-2024. Di dalamnya terdapat dasa cita pembangunan Kabupaten Magelang khususnya di pariwisata, pertanian dan UMKM.

Related posts

Leave a Reply