PMK Serang Ternak di Sleman

TERLIHAT SEHAT : Domba milik peternak di Berbah, Sleman yang terjangkit PMK terlihat sehat dan nafsu makan baik, Minggu (22/5/2022) / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Penyakit mulut dan kuku (PMK) menyerang sejumlah ternak di Sleman. Perkembangan terakhir ditemukan 9 ekor domba milik seorang warga di Kapanewon Berbah terjangkit penyakit itu.


Sejak pertama kali dilaporkan mengalami gejala pada 6 Mei lalu, kondisi hewan ternak tersebut kini sudah membaik. “Satu ekor domba yang awalnya positif, kondisinya sudah baik dan mau makan. Sedangkan 8 ekor lainnya tidak bergejala dan dalam kondisi sehat,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Minggu (22/5).


Temuan kasus PMK pada ternak di Sleman bermula dari laporan adanya seekor domba yang bergejala diare, kurang nafsu makan, ujung bibir bengkak dan merah disertai keropeng basah. Setelah ternak tersebut ditangani oleh Puskeswan setempat kemudian dilakukan observasi dengan sampel swab untuk uji PCR PMK.


Selanjutnya pada 18 Mei, Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates mengkonfirmasi hasil uji positif. Dua hari kemudian, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman bersama BBVet Wates melakukan investigasi lapangan, dan mengambil sampel swab serta serum darah.
Dari 15 sampel yang diujikan di BBVet Wates, hasilnya 9 domba dinyatakan positif dan 6 lainnya negatif.

Read More

“Menurut keterangan pemilik ternak, dua domba yang positif tersebut belum lama ini dibeli dari Kabupaten Bantul dan dijadikan satu kandang dengan 7 domba lainnya,” papar Kustini.


Hasil penelusuran lebih lanjut diketahui bahwa domba itu baru didatangkan dari Garut, Jawa Barat sehari sebelumnya. Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat agar tidak membeli ternak dari luar daerah.
“Dinas terkait sudah melakukan langkah penanganan terpadu diantaranya dengan memberikan pengobatan suportif berupa vitamin A, D, E, serta desinfeksi peralatan dan area kandang setiap hari,” ujarnya.


Plt Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan, ternak yang terinfeksi PMK masih diisolasi di kandang milik peternak sembari diobati. Melihat perkembangannya, dia optimis 9 domba itu bisa segera sehat kembali.


“Penyakit mulut dan kuku bukan zoonosis jadi tidak menular ke manusia. Daging hewannya juga boleh dikonsumsi dengan cara masak yang benar,” terangnya.


Dia menjelaskan, Indonesia sebenarnya sudah bebas dari PMK sejak tahun 1990-an. Penyakit ini dapat disembuhkan namun tingkat kematian yang terjadi sekarang sekitar 1,5 persen, dan penularannya juga sangat cepat.


Berdasar data DP3, populasi ternak di Sleman saat ini mencapai 99.929 yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Semuanya diawasi oleh dinas untuk mengantisipasi resiko penularan PMK.

Related posts

Leave a Reply