Potensi Perikanan Didorong Berkembang Jadi Pusat Usaha

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X didampingi Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melakukan panen dan penyebaran benih udang Galah Sijawa di KPI Mino Lestari Brongkol Argomulyo, Senin (14/11/2022) / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Kapanewon Cangkringan, Sleman memiliki potensi sektor perikanan yang cukup besar. Wilayah ini bahkan memiliki pasar tradisional khusus perikanan yang menaungi 25 kelompok peternak ikan (KPI).

Pasar itu dibangun oleh Pemda DIY  danais senilai Rp 1,4 miliar. Produksinya yang mencapai 750 ribu ekor benih ikan per bulan, diharapkan dapat mengakselerasi perkembangan perikanan di DIY. 

“Pertumbuhan ekonomi warga jangan hanya berpusat di kabupaten, melainkan juga tingkat kecamatan. Setiap desa harus tumbuh pemberdayaan masyarakatnya. Salah satu bidang dan lapangan kerja yang dapat dikembangkan adalah budidaya di sektor perikanan,” kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Sleman, baru-baru ini.

Sebagai sentra produsen ikan, Sultan mendorong terciptanya peningkatan perekonomian dengan didirikannya pusat usaha seperti rumah makan. Varian bisnis juga bisa diperluas dengan memanfaatkan hasil bumi lainnya seperti sayur sehingga produk lebih menarik. Kemasan produk pun harus diolah sebaik-baiknya sehingga bisa menjadi komoditi unggulan untuk ditawarkan kepada wisatawan.

Read More

“Kewajiban pemerintah itu mendorong, mendampingi kemandirian masyarakat. Kalau masyarakatnya sudah mandiri ya sudah, tapi selama belum mandiri ya kami bantu,” tambahnya.

Sultan meminta iklim pemberdayaan warga perikanan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Pemerintah siap menyokong baik melalui APBD maupun danais. Anggaran negara tersebut tidak hanya digunakan untuk program padat karya seperti jalan dan lingkungan. Tapi juga memberikan kesempatan pemberdayaan masyarakat desa. 

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, peluang pengembangan sektor perikanan masih terbuka lebar. Dari 2.215 hektare lahan di Sleman yang dialokasikan untuk usaha perikanan, saat ini baru terisi separonya atau sekitar 1.196 hektare. 

“Peluang untuk mengembangkan sektor perikanan ini sangat dimungkinkan. Salah satu kebijakannya adalah meningkatkan produktivitas pelaku usaha perikanan,” jelas Kustini. 

Selain Cangkringan, ada pula dua kecamatan lain yang dijadikan sentra industri perikanan yakni Kalasan dan Ngemplak.

Related posts

Leave a Reply