Pusat Gempa di Darat, Guncangan Lebih Kuat

Kampus UGM / ist

JOGJA, SMJogja.com – Ratusan orang menjadi korban dalam gempa di Cianjur dengan magnitudo 5,6. Selain koran jiwa, kerusakan berbagai fasilitas termasuk perumahan sangat parah.

Geolog UGM, Dr Gayatri Indah Marliyani ST M Sc mengungkapkan bencana gempa yang terjadi berada pada hiposenter dangkal yakni 11 kilometer. Gempa bumi ini akibat pergerakan sesar aktif di darat. Sumber gempa yang dekat dengan permukaan serta magnitudo yang cukup besar berdampak merusak di sepanjang jalur sesar tersebut.

”Efek guncangan terasa paling besar di area dekat dengan hiposenter. Energi gempa terinisiasi dan mulai menyebar, mengakibatkan kerusakan di Cianjur dan Sukabumi. Wilayah Jakarta dan Bogor yang berada cukup dekat dengan lokasi gempa juga mengalami guncangan,” jelasnya.

Tipe tanah dan batuan di bawah kota Jakarta mendukung terjadinya amplifikasi gelombang gempa sehingga efek guncangan terasa lebih kuat di daerah cekungan Jakarta dibandingkan dengan area lain berjarak sama yang memiliki batuan cenderung lebih keras.

Read More

Pusat Gempa

Pusat gempa yang sering terjadi di Indonesia biasanya berada di pesisir atau laut lepas namun kali ini justru di daratan. Munculnya pusat gempa di daratan menurut Gayatri karena sumber gempa yang berada pada zona subduksi, juga ada sumber-sumber gempa berupa sesar-sesar aktif yang berada di darat.

Di Jawa ada banyak sesar aktif yang sudah teridentifikasi dengan baik seperti Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Opak, Sesar Baribis, Sesar Kendeng, dan masih banyak lagi. Adapun aktivitas kegempaan di Jawa bagian barat yang diakibatkan oleh sesar aktif di darat lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa.

”Gempa yang terjadi di darat, biasanya memiliki kedalaman yang dangkal yakni kurang dari 15 kilometer sehingga guncangannya terasa kuat di permukaan. Jika jalur sesar di darat dekat dengan wilayah pemukiman, ini perlu mendapat perhatian lebih,” paparnya.

Related posts

Leave a Reply