Rektor USD Ajak Belajar dari Kehidupan Burung Kolibri

Lulusan program diploma, sarjana, dan magister USD Yogyakarta menjalani prosesi wisuda di Auditorium Driyarkara, Jumat (16/9/2022) / Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Bukan hal mudah menjadi lulusan perguruan tinggi di tengah situasi dunia yang dilanda krisis multi dimensi. Namun bukan berarti menyerah. 

Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Albertus Bagus Laksana menuangkan ajakan semangat itu melalui gambaran kehidupan burung kolibri. Meski dijuluki sebagai burung paling mungil di dunia, kekuatan dan ketekunan kolibri yang amat besar. Saat tiba waktu migrasi, burung tersebut bisa terbang tanpa henti hingga 700 kilometer.

Kolibri juga punya strategi jitu. Sebelum berangkat, humming birds akan menggemukkan diri dua kali lipat. Setelah separuh perjalanan, berat badannya akan menyusut banyak. “Bayangkan kalian adalah kolibri yang sekarang harus mengepakkan sayap dan terbang. Seperti itulah nantinya kalian akan melakukan perjalanan, mencari pekerjaan dan terlibat dalam masyarakat serta membangun hidup sendiri,” kata Romo Bagus di hadapan lulusan program diploma, sarjana, dan magister yang menjalani prosesi wisuda di Auditorium Driyarkara, Jumat (16/9).

Lebih lanjut ia berpesan kepada wisudawan agar selalu menumbuhkan personal dan karakter. Mereka telah dibekali modal relasi yang akan berguna dalam membangun team work.

Read More

Kemampuan menangani kekacauan juga menjadi kunci. Tempaan kuliah di masa pandemi menjadi salah satu pengalaman berharga dalam mengatasi kekacauan dan ketidakpastian. 

“Teruslah pupuk rasa kebersamaan termasuk dengan jaringan alumni USD, yang jumlahnya sudah mencapai 70 ribu tersebar di berbagai penjuru tanah air dan dunia. Semoga kalian bisa menjadi kolibri yang berani mengepakkan sayap, dan terlibat dalam dunia lewat pekerjaan, karya, dan panggilan,” pesannya.

Wisuda periode kali ini digelar dalam lima gelombang dengan jumlah wisudawan 1.126 orang. Adapun total lulusan bulan Februari 2021 sampai dengan Juli 2022 sebanyak 1.510 orang. Wisudawan ini berasal dari beberapa fakultas diantaranya Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ekonomi, Sastra, Sains dan Teknologi, Farmasi, Psikologi, Teologi, dan Vokasi. Adapun lulusan pascasarjana berjumlah 29 orang terdiri dari program magister Kajian Budaya, dan Kajian Bahasa Inggris. 

Prosesi wisuda tahun ajaran 2022/2023 ini dilangsungkan selama dua hari pada Jumat (16/9) dan Sabtu (17/9). Wisudawan terbaik ada 35 orang. Empat diantaranya meraih nilai IPK sempurna 4,00 yaitu Fransiska Sasha Yolanda dari Prodi Magister Manajemen, Yoans Beni Ekosaputra  dari Sastra Indonesia, Bima Iqbal Khadafi (Kajian Bahasa Inggris), dan Endaryanti Wulandari (Magister Farmasi). 

Saat menyampaikan pesan kesan, salah satu wisudawan terbaik, Lila Cecilia mengajak rekan-rekannya tidak patah semangat menghadapi kerasnya dunia kerja yang akan mereka hadapi. Kali ini, pemegang IPK 3,99 dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris itu mengambil analogi burung phoenix. 

“Jika terlalu sulit, istirahatlah sejenak dan bangkit lagi seperti burung phoenix yang dapat bangkit dari abu kematian,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply