RTH Belum Ideal, Pemkab Sleman Kebut Penghijauan

SLEMAN, SMJogja.com-Ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) di Sleman masih minim. Idealnya, luasan RTH adalah 30 persen terdiri dari 20 persen RTH publik dan sisanya privat.

Namun di Sleman, masing-masing kategori RTH tersebut belum mencapai standar. “Saya tidak bisa sebutkan angka pastinya tapi yang jelas, belum mencapai 30 persen,” kata┬áKepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristiyani, Senin (28/3).

Penentuan prosentase ideal itu, menurut dia, didasarkan pada pemenuhan kebutuhan oksigen. Terlebih semakin tingginya angka pencemaran akibat pembuangan asap kendaraan bermotor dan pabrik, berpotensi menurunkan kualitas udara.

“Kita butuh banyak pohon untuk menghasilkan oksigen. Masyarakat bisa berperan serta, dan dinas kami menyediakan bantuan bibit yang bisa diakses oleh perorangan maupun kelompok,” katanya.

Read More

Untuk mendorong penghijauan, DLH akan menginventarisasi pohon-pohon yang ada di area publik. Saat ini, Pemkab tengah berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan nasional untuk mendata tanaman yang perlu diganti. “Kami juga merencanakan revitalisasi taman. Untuk permulaan ditargetkan satu lokasi dulu,” katanya.

Konsep revitalisasi ini disamping untuk penghijauan sekaligus pelestarian tanaman endemik Merapi. Beberapa contoh jenis tanamannya antara lain sarangan, gaharu, pisang Merapi, dan anggrek Vanda Tricolor.

Rintisan taman endemik Merapi ini kemungkinan akan direalisasikan tahun depan. Saat ini, DLH sedang menyiapkan bibitnya bekerjasama dengan sejumlah elemen masyarakat salah satunya kelompok wanita tani.

Related posts

Leave a Reply