Ruang Kelas Terbakar, KBM di SDN Delegan 1 Tetap Berjalan

Kondisi salah satu ruang kelas SDN Delegan 1 Prambanan, Sleman pasca insiden kebakaran yang terjadi pada Selasa (9/8/2022) / SMJogja.com- Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Gedung SDN Delegan 1 di Dusun Dinginan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman terbakar pada Selasa (9/8) malam. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan tujuh ruangan termasuk tiga kelas, kantor guru, dan laboratorium.

Sejumlah piranti elektronik yang terdapat di dalam ruangan seperti komputer, LCD proyektor, dan TV juga turut hangus terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Pasca musibah kebakaran, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Delegan 1 tetap berjalan. Untuk sementara waktu, pembelajaran dilaksanakan secara daring sampai dengan Sabtu (13/8). Selanjutnya mulai pekan depan akan kembali diadakan pembelajaran tatap muka. 

“Sementara daring dulu sembari dilakukan pembersihan lokasi bersama forum relawan bencana. Minggu depan baru diselenggarakan tatap muka dengan sistem shift pagi-siang,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana ditemui di sela pantauan lokasi, Rabu (10/8).

Read More

KBM jadwal shift dimungkinkan berlangsung hingga akhir semester pertama ini. Sebab, perbaikan sarana sekolah yang rusak rencananya menggunakan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sehingga diproyeksikan selesai pada minggu kedua Desember.

Nantinya, Pemkab juga akan menggandeng Baznas. “Kami sudah minta sekolah agar segera mengatur jadwal dan mengundang semua wali murid untuk sosialisasi. Di SD ini ada enam rombongan belajar sehingga bisa dibagi tiga kelas masuk pagi, dan tiga kelas giliran shift siang,” ujarnya.

Sekolah yang ada di sekitar SDN Delegan 1 juga diminta support sarana pembelajaran. Sementara itu untuk kerugian non materi, Ery mengatakan saat ini masih dilakukan inventarisasi dokumen terkait kesiswaan. 

“Misalnya untuk rapot, nanti akan diprint lagi. Kalau untuk ijazah, ada dua yang rusak karena siswa bersangkutan belum sempat tanda tangan. Tapi tidak masalah karena nanti bisa diterbitkan surat keterangan pengganti ijazah,” jelasnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga memberikan motivasi secara langsung kepada para pengajar di SDN Delegan 1. Dia pun meminta kejadian ini menjadi bahan evaluasi supaya tidak terulang di tempat lain. 

“Saya sudah menginstruksikan dinas untuk mengecek kondisi semua sekolah. Misal ditemukan instalasi listrik yang tidak memenuhi syarat, segera dibetulkan,” katanya.

Insiden kebakaran yang menimpa SDN Delegan 1 Prambanan ini pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di lokasi pada Selasa (9/8) sekitar pukul 19.15 WIB. Saksi awalnya mendengar suara ledakan kencang disusul munculnya kobaran api di bagian depan gedung sekolah. 

Selang setengah jam kemudian, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Dengan bantuan 6 unit mobil pemadam dan 1 truk tangki milik warga setempat, api bisa dijinakkan sekitar pukul 22.00 WIB. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengungkapkan, dugaan penyebab kebakaran tersebut adalah korsleting listrik pada instalasi bel sekolah. “Kerugian ditaksir Rp 500 juta. Ada tujuh ruangan yang rusak dan lima diantaranya rusak parah,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply