Sebarkan VCS Anak Dibawah Umur, Pemuda Diamankan Polisi

SLEMAN, SMJogja.com – Seorang pemuda berinisial FAS (27) diamankan Subdit V Siber Direktorat Kriminal Khusus Polda DIY lantaran diduga melakukan eksploitasi pornografi terhadap anak. 

Modua operandinya dengan mencari target di dalam beberapa grup WA yang kerap membagikan nomer kontak yang dinarasikan bisa diajak video call sex (VCS). Setelah 

mendapatkan nomer target yang semuanya anak-anak, pelaku kemudian mengiriminya pesan. Saat berkenalan dengan calon korbannya, FAS mengaku sebagai anak kelas 1 SMP.

“Awalnya, pelaku membuat korban merasa nyaman lalu melakukan video call. Saat itulah, pelaku menunjukkan alat vitalnya sehingga korban shock,” kata Direktur Reskrimsus Polda DIY Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu, Senin (11/7).

Read More

Tersangka mengaku melancarkan aksinya sejak Mei 2022, dan sudah ada empat korban yang dihubungi. Dipilih target anak-anak, berdasar pengakuan FAS kepada penyidik karena dirinya merasa yakin tujuan melampiaskan hasrat bisa tercapai. 

Dari tangan pemuda asal Klaten itu penyidik menyita barang bukti tiga unit handphone, sprei, dan sarung bantal. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, FAS dijerat dengan pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat 

(1) jo 52 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi 

Elektronik, dan pasal 29 jo 

pasal 4 ayat (1) huruf c UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang 

Pornografi. 

Hasil pemeriksaan psikologi menyatakan FAS alias Bendol tidak mengalami gangguan jiwa. “Perbuatan itu dilakukan  karena adanya dorongan seksual yang distimulasi kebiasaan FAS menonton film porno,” ujarnya.

Terkuaknya kasus ini bermula dari informasi yang disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Argosari, Sedayu, Bantul sekitar akhir Juni lalu. Saat ini, Polda DIY berkoordinasi dengan Bareskrim, dan Federal Bureau Investigation (FBI) untuk menganalisa serta memblokir semua 

grup percakapan yang mendistribusikan konten kejahatan tersebut.

Related posts

Leave a Reply