Selokan Mataram Ditutup, 544 Ha Sawah di Sleman Terdampak

Panen padi daerah Kalasan, Sleman / SMJogja.com-Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Aliran Selokan Mataram untuk sementara waktu dihentikan selama tiga bulan karena sedang dilakukan perbaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Pemutusan aliran air ini tak ayal berimbas terhadap sektor pertanian dan perikanan.


Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman melaporkan 544 hektare lahan pertanian terkena dampak. Paling banyak terdapat di Kalurahan Purwomartani dan Tirtomartani, Kalasan masing-masing seluas 103 dan 123 hektare. Lainnya tersebar di Sendangrejo, Banyurejo, Sidomulyo, Banyuraden, Ambarketawang, Margokaton, Margodadi, Margoluwih, Sinduadi, Tirtoadi, Condongcatur, Nologaten, dan Tamanmartani.


“Petani sudah siap menghadapi resiko tersebut karena beberapa bulan sebelumnya, kami sudah menyampaikan sosialisasi,” kata Kepala DP3 Sleman Suparmono, Selasa (13/9).


Sejak jauh hari, petani sudah menunda tanam padi atau mengalihkan pada tanaman palawija yang tidak membutuhkan banyak air. Namun ada pula petani yang tetap membiarkan tanahnya menjadi bero atau tidak produktif. Sementara, kelompok tani yang sudah memiliki sumber air dan pompa bisa mengantisipasi masalah ini.

Read More


“Ke depan untuk menanggulangi kekeringan apabila Selokan Mataram sewaktu-waktu diperbaiki, perlu dipertimbangkan adanya embung dan sumur ladang. Dengan begitu, pasokan air tetap tersedia untuk mendukung aktivitas pertanian dan perikanan,” tambahnya.


Pram melanjutkan, dalam kegiatan budidaya pertanian, ketersediaan air merupakan faktor yang sangat strategis. Tanpa dukungan air yang memadai, produksinya tidak akan optimal. Selokan Mataram selama ini dimanfaatkan untuk mengairi 15.374 hektare sawah di Sleman.


Kondisi yang sama dialami pelaku sektor perikanan. Dilaporkan sedikitnya 230.000 meter persegi kolam ikan milik 28 kelompok yang terdampak penutupan Selokan Mataram. Produksi ikan dari total luasan kolam tersebut diperkirakan mencapai 836 ton.


Mayoritas kelompok yang terimbas berada di Sidomoyo, Godean dengan keseluruhan luasan kolam 106.800 meter persegi. Kelompok lainnya ada di wilayah Margokaton, Margodadi, Margoluwih, Tirtoadi, Tlogoadi, Sinduadi, dan Trihanggo.

Related posts

Leave a Reply