Semangat Menghafal Al-Qur’an Meningkat, Suluh Melayu Gelar Program Karantina

Pembukaan program karantina menghafal Al-Qur'an di Pesantren Tahfizh Suluh Melayu, Jogjakarta / ist

JOGJA, SMJogja.com – Banyak cara mendalami agama, salah satunya yang dillakukan di Pesantren Tahfizh Suluh Melayu, Jogjakarta. Pondok ini berusaha mencetak tahfizh Al Qur’an unggulan dari generasi mudadengan Program Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional angkatan ke-2 di aula setempat, Jalan Gambiran.

”Program ini tindak lanjut kerja sama antara Yayasan Suluh Melayu Nusantara ( YSMN ) dengan Baitul Maal Muammalat ( BMM ) dan Qur’an Learning Center untuk bersama – sama membumikan Al Qur’an dan mengembangkan Program Tahfizh Al Qur’an unggulan,” papar Direktur Eksekutive Quran Learning Centre Dr Kharis Nugroho Lc MA.

Peserta program karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional sebanyak 23 santri putra dan 12 santri putri. Mereka akan memperoleh bekal dan langsung praktik menghafal Al-Qur’an secara intensif dengan sistem akselerasi secara terukur.

Selalu Interaksi

Read More

Para santri ada yang mengambil program menghafal sepekan, dua pekan, sebulan dan tiga bulan. Semua peserta akan menjalani aktivitas menghafal dari pukul 03.00 sampai 21.00 atau sekitar 12 jam dalam sehari. Mereka akan selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an.

”Sebagian dari mereka awalnya merasa minder tidak mampu menghafal, setelah mengikuti program ini mereka merasa mudah menghafal. Kami berharap peserta mempertahankan semangat untuk menghafal Al-Qur’an dan bersungguh – sungguh,” tandas Kharis.

Pendiri dan Pembina Yayasan Suluh Melayu Nusantara, Mahyudin Al Mudra menambahkan misi pesantren modern pencetak generasi Islam yang berjiwa qurani, memiliki semangat entrepreneur serta berakhlakul karimah. Selain itu Mahyudin melihat semangat generasi muda untuk mendalami Al-Qur’an dalam lima tahun terakhir ini di Indonesia meningkat.

Related posts

Leave a Reply