Setelah Jalani Rehabilitasi, ”Rasi” Si Macan Tutul Kembali ke Habitatnya

Petugas memeriksa kondisi Rasi sebelum dilepas ke alam / ist

JOGJA, SMJogja.com – Macan tutul betina bernama ”Rasi” kembali ke alam bebas. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jawa Barat) dan PPS Cikananga telah melepasliarkan macan tersebut.

Kepala Balai TN Gunung Ciremai, Teguh Setiawan menjelaskan warga Kampung Bunisari, Desa Cikondang, Cisompet, Garut menemukan Rasi pada 2 Juli 2019. Setelah itu, BBKSDA Jabar langsung merehabilitasi di PPS Cikananga.

”Warga menemukan Rasi di perbatasan hutan dengan pemukiman. Saat itu usianya tiga-enam bulan. Saat ini, telah berusia tiga tahun dan beranjak dewasa,” tutur Teguh.

Menurut pelepasliaran macan tutul tersebut sesuai rencana pada awal Maret 2022. Ia mengalungkan GPS di leher Rasi yang akan lepas sendiri setelah enam bulan.

Read More

Gandeng GL Zoo

Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem, Ditjen KSDAE, Ammy Nurwati, berharap Rasi akan berkembang biak di alam. Dengan demikian, jumlah macan tutul di Balai TNGC akan bertambah.

Ia juga menyerahkan penghargaan pada Direktur Utama GL Zoo Yogyakarta KMT A Tirtodiprojo. Kebun binatang tersebut telah mendukung dan membantu pelepasliaran macan tutul. Selain itu, Manajer Konservasi GL Zoo, Vanda Tirtayani juga menerima penghargaan atas keterlibatannya secara aktif.

”Kami mendukung kegiatan konservasi in-situ guna kelestarian satwa liar di alam habitatnya. Sehingga satwa liar dapat berkembang biak di habitatnya,” ujar Tirtodiprojo.

Dalam proses pelepasliaran, pihaknya membantu donasi guna perbaikan kandang habituasi dan kandang jebak macan tutul di Site Bintangot. Juga mendukung kandang angkut untuk Rasi. Bahkan juga pemasangan CCTV untuk observasi Rasi saat habituasi dan pemantauan 24 jam.
Selama habituasi sebulan, tiga perawat satwa GLZoo bertugas secara bergantian ke TNGC.

Related posts

Leave a Reply