Sultan Resmikan Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X didampingi Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melakukan panen dan penyebaran benih udang Galah Sijawa di KPI Mino Lestari Brongkol Argomulyo, Senin (14/11/2022) / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Kabupaten Sleman menjadi penyumbang terbesar produksi benih ikan di wilayah DIY. Dari total 96.000 ton benih ikan yang dihasilkan dalam satu tahun, Sleman menyumbang bagian sebesar 57 persen. 

Dengan kehadiran pasar tradisional perikanan Cangkringan, diproyeksikan Sleman akan terus berkembang menjadi sentra persediaan benih yang lebih besar. “Dengan pembangunan pasar ini semoga bisa sebagai sentra niaga hasil perikanan terutama untuk pemasaran benih di daerah Sleman,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongka saat peresmian pasar tradisional perikanan Cangkringan, Senin (14/11).

Sebelum peresmian, diadakan kegiatan panen dan penyebaran 3.000 benih udang galah Sijawa di KPI Mino Lestari Brongkol, Argomulyo oleh Gubernur DIY dan Bupati Sleman. Udang galah Sijawa (Produksi Jogja Istimewa) merupakan jenis ikan perairan asli Indonesia dan tergolong komoditas ekonomis tertinggi. Sijawa adalah nama yang diberikan oleh Gubernur. Komoditas ini memiliki keunggulan pada segi reproduksi, produktivitas, serta tahan terhadap penyakit.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, pada kurun 2019-2021, produksi benih ikan di wilayahnya meningkat rata-rata 4,1 persen. Peningkatan tersebut didukung produksi benih dominan ikan seperti nila, lele, dan gurami. 

Read More

“Kami juga telah menetapkan kawasan sentra pembenihan ikan untuk meningkatkan produksi benih ikan. Program peningkatan benih ikan akan lebih difokuskan pada lokasi tersebut, termasuk di pasar tradisional benih ikan Cangkringan,” terangnya.

Harapannya, dengan peresmian pasar ini akan semakin mendorong peningkatan produksi benih ikan sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan para petani. Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan, Pemda DIY ingin mengubah pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkembang kecamatan bahkan tingkat desa. Hal tersebut diwujudkan dengan pemberdayaan masyarakat. Fokus utamanya adalah menciptakan lapangan kerja di desa.

Menurutnya, pemberdayaan tersebut harus dimulai dari seluruh perangkat desa dan didukung dari organisasi pemuda, seperti karang taruna. “Kami akan terus mengawal danais agar tidak hanya untuk infrastruktur, tapi juga dapat digunakan untuk pengembangan SDM di desa-desa,” kata Sultan.

Usai memberikan sambutan, Gubernur didampingi Bupati Sleman juga menyerahkan Sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik kepada Unit Pembenihan Rakyat (UPR), Sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) kepada Kelompok Pembudidaya Ikan,  Sertifikasi Kelayakan Pengolahan, serta  menyematkan rompi Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan.

Related posts

Leave a Reply