Sungai di Indonesia Potensial Dikembangkan Hydropower

Direktur Waskita Karya Energi, Surahman saat acara Coffee Morning Lecture di Ruang IRC Gedung FTSP UII, Kamis (2/3/2023) / Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Indonesia yang memiliki banyak sungai, potensial untuk dikembangkan sebagai sumber energi tenaga air atau hydropower. Semua sungai bisa dioptimalkan untuk pemanfaatan hydropower dengan catatan memiliki beda ketinggian. 

“Mungkin beda karakter antara sungai di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Contohnya di Kalimantan, karakteristik sungai umumnya punya debit yang besar tapi tidak memiliki head (beda ketinggian) yang cukup, sehingga kalau dibangun hydropower biaya konstruksinya lebih mahal. Hanya daerah tertentu semisal Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur yang potensial,” papar Direktur Waskita Karya Energi, Surahman saat acara Coffee Morning Lecture di Ruang IRC Gedung FTSP UII, Kamis (2/3).

Dia pun menampik kekhawatiran sebagian pihak jika aplikasi pembangkit energi tenaga air akan berimbas volume air sungai menjadi susut. Pria yang akrab disapa Eman itu menjelaskan, air yang dimanfaatkan dalam teknologi hydropower, seluruhnya akan kembali lagi ke sungai yang sama. Bahkan air tersebut lebih bersih dan kaya oksigen karena telah mengalami perputaran di dalam turbin.

“Para pemangku kepentingan di bidang lingkungan seharusnya mendukung pemanfaatan hydropower. Pada prinsipnya, semua sungai itu visibel selagi airnya mengalir,” kata Eman.

Read More

Dia menilai perlu adanya evaluasi terkait pemanfaatan air sungai semaksimal mungkin tanpa menimbulkan pencemaran. “Pembangkit listrik tenaga air ini tidak menggunakan besi yang berkarat. Sehingga air yang masuk ke turbin juga tidak timbulkan pencemaran,” tambahnya.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII), Ilyas Fadjar Maharika mengatakan, inisiasi penyelenggaraan coffee morning ini datang dari pemikiran untuk lebih mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat. “Kegiatan ini baru pertama kali kita adakan. Rencananya diselenggarakan sebulan sekali dengan membahas beragam topik yang berpotensi menjadi perbincangan masyarakat,” katanya.

Tema yang diangkat dalam acara perdana ini adalah Prospek dan Tantangan Penerapan Hydropower di Indonesia. Dipilih tema itu karena Presiden RI sudah mendukung penerapan program elektrifikasi. Di dalam diskusi ini, dia ingin mengajak para akademisi dan pemangku kebijakan di lingkup pemerintah untuk mencermati kondisinya mulai dari hulu sampai dengan hilir.

Related posts

Leave a Reply