Tak Mudah Meracik Kopi, Perlu Waktu Berhari-Hari

Ade Herlambang perlu waktu berhari-hari meramu kopi hingga rasanya pas / ist

JOGJA, SMJogja.com – Kopi sedang menjadi tren, tak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Banyak kedai kopi bemunculan dan di Jogjakarta jumlahnya mencapai ribuan. Begitu pula anak-anak muda yang trampil meracik kopi. Namun demikian, tak mudah meracik kopi.

Meracik kopi menjadi minuman yang sedap tak sekadar menyeduh dengan air panas dan gula. Takaran harus pas dan perlu berulang-ulang untuk mencapai rasa yang khas. Bahkan tingkat panas air juga tak boleh mencapai 100 derajat Celcius. Air yang terlalu panas malah dapat merusak cita rasa kopi.

”Perlu waktu dan uji coba berulang-ulang untuk meracik dan menemukan rasa yang pas. Saya mulai meracik kopi jenis Toraja denga gula aren khusus utuk para tamu pada 2nd Sherpa Meeting di Labuan Bajo. Perlu waktu tiga hari untuk menemukan rasa yang benar-benar pas dan dapat diterima di lidah semua orang,” tutur Ade Herlambang, pemuda peramu kopi gula aren yang menjadi kopi resmi dalam G20.

Hasil racikannya berbasis kopi nusantara ternyata mendapat apresiasi delegasi asing. Kopi nusantara merupakan varian Kopi Toraja Kalosi Gula Aren yang secara khusus diciptakan sebagai minuman kopi resmi dalam rangkaian acara pertemuan negara-negara anggota G20.

Read More

Racikan Baru

Ade menjelaskan merami keasaman kopi arabica dari perkebunan di Kalosi, Toraja dengan gula aren yang creamy khas menjadi tantangan tersendiri. Tantangan makin besar karena masing-masing daerah di Indonesia memiliki rasa gula aren yang khas dan berbeda.

Berkali-kali ia mencoba meracik kopi plus gula aren dengan kompisi berbeda-beda. Racikannya terasa pas setelah mencoba 12 macam gula aren. Bukan pekerjaan mudah karena racikan tersebut harus sesuai dengan lidah kebanyakan orang, bukan lidahnya saja.

”Petugas kami sampai bingung ketika banyak delegasi yang mengatakan tidak pernah menemui menu kopi gula aren. Bahkan ada delegasi Dubai bolak-balik mengisi ulang gelasnya pada 2nd Sherpa Meeting di JW Marriott beberapa hari lalu,” papar Research and Development Mixology Excelso tersebut.

Head of Corporate Communication Kapal API Global, Pangesti Boedhiman mengungkapkan Forum G20 memang mendapat suguhan kopi lokal Indonesia. Pemilihan kopi Toraja karena setelah pada pertemuan di Labuan Bajo, para delegasi memberi respons positif pada kopi itu.

Related posts

Leave a Reply