Tanggung Jawab Pemda, Kelola Sampah Secara Profesional

Tumpukan sampah di TPST Piyungan / Agung PW

JOGJA, SMJogja.com – Tata kelola sampah perkotaan di DIY membutuhkan pengelolaan secara profesional. Pemerintah sebagai pelayan publik bertanggung jawab penuh mengelola sampah perkotaan.

”Persoalan di TPST Piyungan yang sering muncul harus mendapat solusi, jalan keluar, supaya tidak terulang-ulang. Tata kelola sampah secara profesional sepenuhnya jadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tandas anggota DPRD DIY, Eko Suwanto.

Ia menegaskan tanggung jawab tata kelola sampah secara profesional sebagai wujud pelayanan kepada publik sangat penting. Termasuk tanggung jawab edukasi lebih luas kepada warga DIY agar tertib memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Menurutnya ketika volume sampah warga besar dan tidak ada pemilahan, menjadi beban di TPA. Masalah sampah membutuhkan perhatian bersama semua pihak dan pemda yang paling bertanggung jawab berkait tata kelolanya.

Read More

Mampu Bertahan

”Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DIY TPST Piyungan dengan kondisi sampah terkini, mampu bertahan sampai enam bulan lagi,” imbuh Eko.

Ada skema perkiraan sampah mencapai 730 ton per hari dari tiga kabupaten/ kota, zona A dan B mencapai ketinggian 140 meter. Maksimal dalam enam bulan ke depan saat TPST Piyungan bisa beroperasi kembali.

Persoalan sampah di DIY, selain karena minimnya akses warga membuang sampah, juga karena minimnya kesadaran memilah sampah. Saat ini sebenarnya ada sekitar 700 bank sampah di DIY namun dari total ratusan bank sampah itu hanya 0,6-1 persen unit  aktif dan efektif mengolah sampah. Sisanya bank sampah yang fokus memilah sampah bernilai ekonomi tinggi seperti kardus dan botol air mineral.

”Kami terus mendorong pemda serius bekerja menangani sampah perkotaan, termasuk manajemen tata kelola sampah agar tidak jadi sumber masalah yang berulang tiap waktu,” tandas Eko yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja.

Related posts

Leave a Reply