Terlibat Penipuan Modus Rekruitmen CPNS, Anggota DPRD Bantul Ditahan

Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP Tri Panungko menunjukkan barang bukti yang disita dalam kasus dugaan penipuan dengan tersangka salah satu anggota DPRD Bantul, Senin (3/10/2022) / Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Anggota DPRD Bantul dari Fraksi Gerindra, Enggar Suryo Jatmiko ditahan di Mapolda DIY sejak Jumat (30/10) atas sangkaan kasus penipuan dan penggelapan. Politikus berusia 37 tahun yang akrab disapa Miko itu dilaporkan oleh tiga orang dengan modus yang sama, yaitu penipuan rekruitmen CPNS.


Berdasar laporan yang masuk ke Direskrimum Polda DIY, kasus yang menjerat Ketua Komisi D DPRD Bantul ini terjadi selama kurun tahun 2018 hingga 2019. “Modusnya, tersangka mengaku bisa membantu meloloskan CPNS di Pemkab Bantul dengan syarat memberikan uang Rp 250 juta,” ungkap Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP Tri Panungko saat konferensi pers, Senin (3/10).


Dari sejumlah uang yang dipersyaratkan itu, ketiga korban sudah membayar masing-masing Rp 50 juta, Rp 75 juta, dan Rp 150 juta. Namun sampai adanya informasi pengumuman CPNS, anak mereka dinyatakan tidak lolos.


Sebelum memutuskan membawa perkara ini ke ranah hukum, para korban telah berupaya melakukan mediasi tapi tersangka selalu berbelit dan susah ditemui. Hingga akhirnya pada Maret 2022, mereka kompak melapor ke Polda DIY. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Miko ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya empat tahun penjara.

Read More


Penyidik mengantongi beberapa barang bukti antara lain kuitansi, print out kartu ujian CPNS, dan surat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Bantul. “Dari hasil pemeriksaan, uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Baru satu orang yang mendapat pengembalian uang, itu pun hanya Rp 10 juta,” beber Panungko.


Tersangka diketahui sudah sejak lama mengenal para korban, salah satunya bahkan merupakan guru SD tempat Miko dulu bersekolah. Selain itu ada pula korban yang masih memiliki hubungan saudara dengan tersangka.


Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPD Gerindra DIY Dharma Setiawan mengaku sudah mendapat laporan terkait kasus ini sejak beberapa bulan lalu. Pihak partai juga sudah melakukan investigasi termasuk meminta keterangan dari Miko.

“Setelah memperoleh konfirmasi langsung dari yang bersangkutan diketahui bahwa ini adalah persoalan pribadi. Karena itu, kami menyerahkan proses hukum kepada yang berwajib, dan mas Miko akan menunjuk penasehat hukumnya secara pribadi,” kata Dharma.


Gerindra juga akan melakukan proses internal sesuai AD/ART yang berlaku melalui mahkamah partai. “Kita fair, akan dipilah antara sisi kepentingan pribadi dan partai. Partai juga akan terus mengikuti perkembangan kasusnya secara seksama,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply