Tokopedia Care Hadir di SCH, Dikonsep Ramah Difabel

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menandatangani prasasti sebagai peresmian Tokopedia Care di SCH, Rabu (15/6) / SMJogja.com - Amelia Hapsari

SLEMAN, SMJogja.com – Pusat layanan pengguna Tokopedia Care di Yogyakarta secara resmi dibuka oleh Gubernur DIY, Rabu (15/6). Fasilitas ini terletak di kompleks Sleman City Hall (SCH).

Bekerjasama dengan PT IGT Solutions, Tokopedia Care Yogyakarta berhasil memberdayakan lebih dari 900 karyawan yang sebagian besar merupakan talenta asli Yogyakarta. Vice Chairman and Co-Founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison mengatakan, sepanjang kuartal I tahun ini, jumlah pembeli di Yogyakarta meningkat hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. 

“Kenaikan ini menjadi salah satu latar belakang kehadiran Tokopedia Care di Yogyakarta. Kami berharap bisa semakin mempermudah masyarakat DIY mendapatkan layanan terbaik,” katanya saat peresmian Tokopedia Care di SCH, Rabu (15/6).

Tokopedia Care Yogyakarta membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi para talenta digital termasuk perempuan, dan difabel. Leon menilai, iklim kerja di DIY sangat mendukung bagi kalangan perempuan dan difabel.

Read More

“Tahun ini adalah tahun ketiga belas Tokopedia berdiri. Sejak awal sampai sekarang kami terus berkomitmen melakukan penguatan ekonomi secara digital,” ujarnya. 

Sebagai salah satu elemen penting dalam pelayanan konsumen, Tokopedia Care tidak sekedar kantor tapi juga dilengkapi teknologi baik data maupun kecerdasan buatan. Senior Vice President of Sales Operation and Product Tokopedia, Rudy Dalimunthe mengatakan, Tokopedia menjadi perusahaan teknologi Indonesi pertama yang mengimplementasikan digital customer service. Artinya, pengguna dapat mengakses dan menyelesaikan segala kendala secara cepat dan transparan melalui layanan 24/7 Tokopedia Care. 

“Layanan ini tersedia lewat berbagai kanal digital termasuk chatbot, live chat, media sosial, email hingga pusat resolusi,” kata Rudy.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, Yogyakarta bukan merupakan kota besar dan tidak didesain untuk jadi kota metropolitan. Karena itu, Pemda DIY mengambil kebijakan investasi yang tidak membutuhkan lahan luas. Tokopedia Care menjadi salah satu contohnya.

“Tokopedia Care ini tidak butuh area lahan yang luas karena lebih menekankan pada aspek digitalisasi. Harapan kami keberadaan layanan ini bisa mempercepat potensi lain untuk bisa tumbuh,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo turut menyampaikan apresiasi atas hadirnya Tokopedia Care di Sleman. Selama ini, relasi antara Pemkab Sleman dan Tokopedia sudah berjalan baik. Bahkan sejak tahun 2020, Tokopedia menjadi salah satu rekanan dalam sektor pengembangan UMKM. Beberapa program yang telah dijalankan antara lain promosi produk unggulan daerah, marketplace, dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

Related posts

Leave a Reply