Tol Jogja-Bawen Beroperasi Tahun 2024

Peletakan batu pertama pembangunan tol Yogyakarta-Bawen, Rabu (30/3/2022) / dok

SLEMAN, SMJogja.com-Pembangunan tol Yogyakarta-Bawen akan segera dimulai seiring peletakan batu pertama di Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Rabu (30/3).


Proses konstruksi tol Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo ditargetkan rampung pada akhir tahun 2023. Kemudian, infrastruktur yang terhubung dengan jalan tol Solo-Yogyakarta-Bandara Intenasional Yogyakarta itu akan mulai beroperasi pada awal tahun 2024.


“Jika pembebasan lahan sesuai dengan target, prioritas konstruksi selanjutnya adalah Seksi 2 Banyurejo- Borobudur, Seksi 3 Borobudur-Magelang, dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen. Targetnya selesai pada kuartal dua tahun 2024,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB)  Oemi Vierta Moerdika disela ground breaking di Tirtoadi, Rabu (30/3).


Sampai saat ini, progres pembebasan lahan untuk Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sudah mencapai 92 persen. Sementara, pembebasan lahan keseluruhan Seksi 1 hingga Seksi 6 baru sekitar 10 persen.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki total panjang 75,82 km dimana 68,17 km melintasi Provinsi Jawa Tengah dan sisanya masuk wilayah DIY. Tol ini dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 14,26 triliun dan periode konsesi selama 40 tahun.

Read More


Teknis pembangunan tol Yogyakarta-Bawen ini  dibagi menjadi enam seksi meliputi Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 km, Seksi 2 Banyurejo- Borobudur sepanjang 15,26 km, Seksi 3 Borobudur-Magelang sepanjang 8,08 km, Seksi 4 Magelang- Temanggung sepanjang 16,46 km, Seksi 5 Temanggung-Ambarawa sepanjang 22,56 km, dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen sepanjang 5,21 km.


“Seksi 2 dan Seksi 3 nantinya akan terhubung dengan Seksi 1 yang telah beroperasi terlebih dahulu. Seksi 6 juga akan diprioritaskan karena lokasinya lebih siap di wilayah Bawen yang terkoneksi dengan Jalan Tol Semarang-Solo,” tambahnya.

Sementara itu untuk pembangunan Seksi 5 nantinya akan didesain dengan konstruksi terowongan yang menembus wilayah perbukitan di STA 20+300 s.d STA 20+800. Konsep ini sesuai dengan arahan Menteri PUPR untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. 

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, pembangunan tol Yogyakarta-Bawen memiliki tantangan cukup tinggi karena tetap harus menjaga kawasan heritage, dan kelestarian lingkungan. 
“Pembangunan tol ini harus menjaga kualitas, dan mengutamakan produk dalam negeri. Kami optimis pembangunan tol ini dapat meningkatkan Yogyakarta sebagai hub perkembangan ekonomi di Jawa bagian selatan,” tutur Hedy.


Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji berharap, tol penghubung DIY-Jawa Tengah akan memperlancar transportasi. Selain itu keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Related posts

Leave a Reply