Upaya Keluar dari Krisis, Manfaatkan Residu Pembakaran Batu Bara

Penanaman pohon usai sosialisasi pemanfaatan residu batu bara / ist

JOGJA, SMJogja,com – Pemanfaatan residu pembakaran batubara atau FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) sebagai ekonomi sirkuler akan mendorong bangsa Indonesia keluar dari krisis. Pasalnya, hal itu membuat bangsa mampu bertahan menghadapi berbagai ancaman termasuk rawan pangan.

Demikian kesimpulan sosialisasi ”Pemanfaatan FABA dalam Mewujudkan Ekonomi Sirkuler dan Green Economy Berbasis Keterlibatan Masyarakat”. Sosialisasi menghadirkan Ir Sarwono Kusumaatmadja (Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/ KLHK), Prof DR Ir Reni Mayerni MP (Deputi Bidang Pengkajian Strategis Lemhannas RI), dan Marsdya TNI Imran Baidirus (Pangkogabwilhan II).

Sosialisasi berlangsung di atas tanah yang telah terbengkalai lebih dari 10 tahun di Kalitirto, Berbah, Sleman. Pada Oktober 2021, telah diadakan MOU antara TNI dan PLN tentang Pemanfaatan FABA dan Sinergi Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Hadir juga dalam sosialisasi itu, AM Putut Prabantoro (Taprof Bidang Ideologi & Sosbud Lemhannas RI), DR Abdul Moein MSi (Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion/P3E), Thomas Jusman (Ketua Umum Kadin Bangka Belitung), Lina SE (Pengusaha dan Alumnus PPSA XXI Lemhannas RI), Dr Cris Kuntadi (Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan Widyaiswara Utama Kemenhub), Daryanto Ariadi (Ketua Task Force FABA PLN), Antonius Aris (Direktur Operasi EMI), Jati Pamungkas (Manager Niaga PT PJB), Dimas Erlangga (Manager LK3 PT PJB Services) dan Boyke (VP Business Development PT PGN Solution). Dalam sosialisasi dihadirkan pula pemateri Ajrun Karim (VP Lingkungan PLN) dan Mujiharjo (Dukuh Kalipentung Sleman).

Read More

Berlangsung Melingkar

”Ekonomi sirkuler merupakan kegiatan ekonomi berkelanjutan. Jika dalam ekonomi linier proses produksi hanya untuk menciptakan produk satu saja dan sisanya adalah limbah. Dalam ekonomi sirkuler kegiatan berlangsung melingkar, satu produk tercipta dan menghasilkan limbah, maka limbah dimanfaatkan kembali untuk menciptakan produk lain. Dengan demikian kemajuan perusahaan dan jumlah lapangan kerja baru yang luar biasa akan tercipta,” papar Sarwono.

Mengenai green economy (ekonomi hijau), menurutnya merupakan kegiatan yang berbasis alam. Terkait perubahan iklim saat ini ada upaya negara mengurangi emisi karbon. Langkah paling optimal yakni mengembalikan sifat alami tanah dan penanaman pohon.

Reni Mayerni menegaskan, pemanfaatan FABA dilakukan masyarakat secara lebih luas dan massif. Perlu segera mendorong ekonomi sirkuler dalam menunjang ekonomi hijau dan ketahanan pangan. Apalagi ke depan dengan semakin berkurangnya sumber daya alam, pupuk berpotensi semakin langka.

Pangkogabwilhan II Marsekal Madya Imran Baidirus mendukung penuh pemanfaatan FABA. Ia juga akan menggunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana di wilayahnya. Ia mengusulkan penyusunan komposisi standar penggunaannya, metode/caranya membuat pupuk. Jadi memudahkan masyarakat pengguna tanpa coba-coba.

Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PT PLN (Persero) menambahkan dalam rangka mewujudkan net zero emission 2060, penangananFABA menjadi perhatian bersama pemerintah dan PLN. FABA yang bukan merupakan limbah B3 menjadi sumber daya ekonomi sirkuler untuk kemaslahatan bersama.

Related posts

Leave a Reply