Utamakan Keselamatan, Jip Wisata Rutin Diperiksa

Petugas mengecek kondisi armada jip wisata lereng Merapi / dok

SLEMAN, SMJogja.com – Saat ini adalah momentum yang tepat bagi para pengelola destinasi, pokdarwis maupun pelaku usaha jasa pariwisata untuk berbenah. Mengingat, aktivitas wisatawan sudah mulai menggeliat pasca pandemi Covid-19.

Kebangkitan sektor pariwisata ini juga menjadi prospek bagi pengelola jip wisata di kawasan lereng Merapi. Mendukung peluang itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mengingatkan operator jip untuk selalu mengutamakan aspek pelayanan dan keselamatan terhadap wisatawan. “Jip wisata tidak hanya berfungsi mengantarkan wisatawan ke suatu destinasi, namun sekaligus untuk mengenalkan berbagai daya tarik dan tempat yang mungkin belum pernah mereka singgahi,” kata Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid, Selasa (1/11).

Dari sisi pelayanan, pengemudi jip wisata dituntut mampu sekaligus menjadi pemandu. Oleh karena itu, mereka harus membekali diri dengan wawasan dan ketrampilan promosi tentang berbagai objek. Sementara itu dari aspek keselamatan, Pemkab telah mengagendakan pengecekan rutin kendaraan. 

Setiap tahun diprogramkan 29 kali pengecekan di berbagai titik lokasi. Kegiatan ini dilaksanakan bersama lintas sektor terdiri dari Dispar, Dishub, Satpol PP, Polres, Denpom IV/2 Yogyakarta, Polsek Cangkringan, Koramil Cangkringan, Kapanewon Cangkringan, UPT Pengujuan Kendaraan Bermotor, dan Kalurahan Umbulharjo.

Read More

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dispar Sleman Nyoman Rai Savitri menjelaskan, pemeriksaan kendaraan jip wisata ini meliputi kepemilikan lisensi dan kondisi fisik kendaraan. “Terakhir, kami melakukan pemeriksaan pada pekan lalu di basecamp TLCM dan MJAK. Ada banyak komponen yang dicek semisal rem dan hand-rem, selang fleksibel, spelleng, kondisi ban, wiper, hemp, kondisi baut, kabel, dan sabuk pengaman,” terangnya. 

Selain pengecekan rutin, tim gabungan juga mengadakan sidak di jalur pintu gerbang Umbulharjo. Tujuannya untuk pembinaan terkait pelayanan dan keselamatan. “Driver jip harus mempertahankan kendaraannya dalam kondisi baik selama operasional. Ke depankan faktor kenyamanan dan keselamatan sehingga wisatawan terkenang dengan pelayanan prima, yang secara otomatis akan mendukung upaya promosi,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply