Waduhhh…BBM Naik, Penumpang Turun

Peneliti Pustral UGM, Dr Dewanti / dok Pustral UGM

JOGJA, SMJogja.com – Pro kontra kenaikan harga BBM masih terjadi. Bahkan dalam beberapa hari ini akan ada aksi serentak menolak kenaikan tersebut. Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada, Dr Dewanti menilai salah satu dampak kenaikan BBM yakni kenaikan tarif angkutan umum dan transportasi daring.

”Jumlah penumpang akan menurun namun hal itu tidak hanya berlangsung sesaat. Biasanya masyarakat mengurangi kegiatan perjalanan dengan kenaikan tarif. Tapi bagi yang membutuhkan perjalanan, hal itu tidak menjadi masalah karena menjadi kebutuhan untuk kelancaran aktivitas,” papar Dewanti.

Ia menjelaskan beberapa daerah telah menaikkan tarif angkutan umum guna menyesuaikan kenaikan harga BBM. Namun ada juga beberapa daerah yang tidak melakukan kenaikan tarif seperti bus Transjogja DIY. Hanya saja, layanan berkurang seperti jarak waktu antar kedatangan bis di halte agar kenaikan BBM tidak berdampak begitu besar.

Dewanti mengapresiasi kebijakan pemerintah Provinsi DKI yang memberikan subsidi yang cukup besar bagi Transjakarta agar tidak mengalami kenaikan tarif. Menurutnya apa yang dilakukan oleh DKI tidak semua daerah bisa melakukan hal yang sama karena terbatasnya anggaran.

Read More

”Tergantung kemampuan keuangan daerah, bisa memberikan subsidi angkutan umum agar tarif tidak naik atau tidak,” imbuhnya.

Related posts

Leave a Reply