Wujudkan Daerah Layak Anak, Perlu Forum Anak di Tiap Padukuhan

Diskusi perlunya membantuk forum anak di berbagai tingkatan / Agung PW

BANTUL, SMJogja.com – Persoalan anak di berbagai daerah memerlukan penanganan serius. Karena itu perlu forum anak sampai tingkatan paling bawah guna mengantisipasi terjadinya persoalan pada anak. Di sinilah perlunya foum anak hingga padukuhan.

Hal itu terungkap dalam diskusi sekaligus peluncuran Tabloid Cakrawala edisi ke-11 di Balai Kalurahan Gilangharjo, Pandak, Bantul. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Yayasan Teratai Putih dan Gerakan Swadaya Masyarakat (GSM) Putro Linuwih.

Diskusi mengangkat tema ”Anak Aman Terjamin Cerahnya Masa Depan”. Sebanyak 70 perwakilan forum anak dari enam kalurahan dampingan GSM Putro Linuwih mengikuti diskusi. Mereka dari Kalurahan Sumbermulyo, Mulyodadi, Gilangharjo, Wijirejo, Triharjo dan Caturharjo.

Azzakiyah Fitriyati SPd selaku analisis kebijakan terkait perlindungan anak di Dinas P3APPKB Kabupaten Bantul mengungkapkan wilayahnya berkomitmen sebagai Kabupaten Layak Anak. Ini menjadi misi jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul.

Read More

”Guna mencapai hal tersebut, pemerintah sudah melakukan beberapa langkah seperti membuat perda terkait KLA yang sekarang dalam tahap revisi. Selain itu, membuat gugus tugas KLA, membuka Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA),” ujar Fitriyati.

Beberapa Kendala

Namun ia mengatakan masih ada beberapa kendala misalnya gugus tugas yang ada di setiap kapanewon dan kalurahan, baru tercapai sebagian. Ia menyebut dari 75 kalurahan baru 47 yang sudah ada dan dari 17 kapanewon baru 14.

Menurutnya keberadaan forum anak hingga level padukuhan juga banyak yang belum terpenuhi. Meski begitu pemerintah tetap berusaha mengatasi setiap permasalahan yang muncul sehingga target Bantul menjadi Kabupaten Layak Anak pada tahun 2024 bisa tercapai.

Ketua Forum Anak Bantul (FONABA), Syauqi Marsa Taqiyuddin menilai upaya dari kelompok anak untuk ikut serta mendukung terwujudnya KLA ada kendala. Ia merasa sulit membangun komunikasi dengan forum anak
tingkat kapanewon maupun kalurahan, sehingga banyak aspirasi anak di level tersebut tidak tersuarakan.

Koordinator GSM Putro Linuwih, Aan Kurniawan SE menambahkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) selama ini sudah melakukan banyak program atau kegiatan yang berfokus pada upaya perlindungan anak. Ia memberi contoh antara lain program pengasuhan untuk orang tua yang mempunyai anak balita hingga remaja, pembentukan forum anak, dan mendukung serta memfasilitasi pemerintah kalurahan untuk membuat peraturan terkait perlindungan anak.

”Kecuali itu juga membentuk lembaga perlindungan anak berbasis masyarakat yang memperoleh dana langsung desa,” imbuhnya.

Related posts

Leave a Reply